IHSG Hari ini Dibuka Rebound 0,47 Persen, VIVA hingga BIKE Pimpin Pergerakan

Laju indeks domestik melanjutkan tren pemulihan dari pekan sebelumnya dengan bergerak naik 0,47 persen atau bertambah 28,62 poin ke posisi 6.122,38 pada pukul 09.00 WIB.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 6.109,32 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.125,79.

Pergerakan tersebut menunjukkan indeks masih berada dalam fase penguatan setelah mencatat kenaikan pada perdagangan sepekan sebelumnya.

Penguatan indeks utama disokong oleh performa mayoritas sektor saham yang mencatatkan kenaikan pada awal perdagangan. Sektor barang bakumemimpin laju penguatan dengan naik 0,90 persen.

Selanjutnya, sektor industri menguat 0,74 persen, sedangkan sektor energi naik 0,50 persen. Sektor keuangan juga bergerak di zona positif dengan penguatan 0,37 persen pada awal perdagangan.

Sektor barang konsumen non-primernaik 0,36 persen, diikuti sektor properti yang terangkat 0,36 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen primermenguat 0,19 persen.

Penguatan juga terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,17 persen. Adapun sektor transportasi bergerak positif dengan kenaikan tipis 0,09 persen.

Di sisi lain, terdapat dua sektor yang tertahan di zona merah pada awal perdagangan pagi. Sektor teknologi mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 0,57 persen, sedangkan sektor infrastruktur melemah tipis 0,04 persen.

Pergerakan sektoral tersebut membuat mayoritas sektor berada di zona hijau, sementara tekanan masih terlihat pada saham-saham sektor teknologi dan infrastruktur.

Kondisi itu berlangsung bersamaan dengan penguatan IHSG yang kembali mendekati level 6.200.

Di jajaran emiten pencetak kenaikan tertinggi atau top gainers pada awal sesi, saham perusahaan media PT Visi Media Asia Tbkdari sektor barang konsumen primer melesat 17,50 persen ke posisi Rp47 per saham.

Kenaikan tersebut menempatkan VIVA sebagai saham dengan penguatan terbesar pada awal perdagangan.

Penguatan signifikan juga dialami emiten produsen roti PT Raja Roti Cemerlang Tbkdari sektor barang konsumen non-primer. Saham BRRC melonjak 15,00 persen ke level Rp69 per saham.

Selanjutnya, saham perusahaan ritel pakaian PT Mega Perintis Tbkterangkat 10,77 persen ke harga Rp720 per saham. Saham ZONE menjadi salah satu emiten yang mencatat kenaikan dua digit pada awal perdagangan.

Saham emiten perdagangan peralatan olahraga PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbkjuga menguat 10,75 persen ke level Rp2.370 per saham. Kenaikan BIKE menyusul penguatan saham tersebut pada perdagangan sebelumnya.

Adapun emiten distributor barang konsumen PT Satu Visi Putra Tbknaik 10,09 persen ke harga Rp1.200 per saham. Dengan kenaikan tersebut, VISI melengkapi jajaran lima saham dengan penguatan terbesar pada awal sesi perdagangan Senin.

Sementara itu, jajaran emiten yang mengalami pelemahan terdalam atau top losers dipimpin saham pengelola hotel PT Puri Sentul Permai Tbkdari sektor konsumen primer. Saham KDTN terkoreksi 14,83 persen ke level Rp402 per saham.

Pelemahan juga terjadi pada saham pengembang properti PT Perintis Triniti Properti TbkSaham TRIN merosot 9,80 persen ke harga Rp184 per saham pada awal perdagangan.

Selanjutnya, saham emiten pertanian PT Bumi Teknokultura Unggul Tbkterkikis 7,14 persen ke posisi Rp13 per saham. Saham BTEK menjadi salah satu emiten dengan penurunan lebih dari 7 persen pada awal sesi.

Saham penyedia transportasi PT Express Transindo Utama Tbkjuga melemah 6,67 persen ke level Rp14 per saham. Sementara itu, emiten media dan gaya hidup PT Multi Garam Utama Tbkmelorot 5,03 persen ke harga Rp151 per saham.

Tren IHSG Sepanjang Pekan Lalu, Bagaimana Proyeksi Pekan ini?

Pergerakan awal pekan tersebut melanjutkan kinerja IHSG pada perdagangan 5–9 Oktober 2026. Pada periode tersebut, IHSG menguat 0,94 persen atau 56,87 poin ke level 6.093,76 dari posisi 6.036,89 pada pekan sebelumnya.

Dalam sepekan, IHSG bergerak pada rentang 5.995–6.216.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun, kendati investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp2,44 triliun.

Memasuki pekan perdagangan 12–16 Oktober 2026, sejumlah level teknikal menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas untuk perdagangan Senin, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave c berdasarkan analisis Elliott Wave.

Posisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan guna menguji area celah atau gap pada rentang 6.227–6.231.

MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG di level 6.018 dan 5.973, sementara resistance berada di 6.297 dan 6.376.

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000–6.215 sepanjang pekan ini.

Dari sisi teknikal, histogram negatif MACD yang terus menyempit mengindikasikan tekanan jual mulai mereda.

Namun, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menunjukkan penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.

Dengan demikian, pergerakan IHSG masih akan berada dalam rentang level support dan resistance yang menjadi perhatian pada perdagangan pekan ini.

Dalam skenario bullish, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju area penutupan gap di 6.227–6.231. Penembusan di atas kisaran 6.215 berpotensi membuka ruang penguatan lebih lanjut menuju level 6.297.

Sebaliknya, apabila indeks gagal mempertahankan momentum dan menembus ke bawah level 5.973, risiko koreksi lanjutan menuju area 5.850–5.911 perlu diwaspadai.

Untuk jangka pendek, area 6.008–6.025 menjadi zona koreksi yang perlu dicermati, dengan support terdekat berada di level 6.018.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.