Harga Minyak Selangit, Kinerja MEDC Ditopang AMMNDi Balik Layar Proyek Oman, Tiga Anak Usaha MedcoTeken Aliansi Tenaga Kerja
Pergerakan MEDC sepanjang pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026 menunjukkan tren yang sempat menguat sebelum terkoreksi pada akhir pekan.
Pada Senin, 5 Oktober, saham MEDC ditutup di Rp1.405, kemudian naik menjadi Rp1.440 pada Selasa, Rp1.460 pada Rabu, dan Rp1.445 pada Kamis sebelum berakhir di Rp1.430 pada Jumat.
Jika dibandingkan posisi penutupan Senin sebesar Rp1.405, harga MEDC pada akhir pekan masih lebih tinggi Rp25 atau sekitar 1,78 persen.
Namun, dari level tertinggi pekan tersebut di Rp1.460, saham MEDC terkoreksi Rp30 atau sekitar 2,05 persen hingga penutupan Jumat.
Aktivitas perdagangan MEDC pada pekan tersebut juga menunjukkan transaksi yang cukup aktif. Pada Jumat, volume perdagangan tercatat 208,79 ribu saham dengan frekuensi 4,06 ribu transaksi dan nilai transaksi Rp29,85 miliar.
Pada hari yang sama, data perdagangan menunjukkan net foreign tercatat Rp3,13 miliar, dengan nilai pembelian investor asing Rp15 miliar dan penjualan Rp11,87 miliar.
Sebelumnya, pada Kamis, net foreign tercatat Rp15,53 miliar dengan nilai pembelian Rp38,60 miliar dan penjualan Rp23,07 miliar.
Pada Rabu, saham MEDC ditutup di Rp1.460 atau naik Rp20 setara 1,39 persen. Nilai transaksi mencapai Rp40,02 miliar dengan volume 276,24 ribu saham dan frekuensi 4,34 ribu transaksi, sementara net foreign tercatat Rp7,02 miliar.
Selasa menjadi salah satu sesi dengan penguatan terbesar dalam pekan tersebut.
MEDC naik Rp35 atau 2,49 persen ke Rp1.440, dengan nilai transaksi Rp37,31 miliar, volume 260,35 ribu saham, frekuensi 3,77 ribu transaksi dan net foreign Rp14,34 miliar.
Adapun pada Senin, MEDC mengawali pekan di level Rp1.380 dan ditutup Rp1.405 atau menguat Rp30 setara 2,18 persen.
Nilai transaksi tercatat Rp24,59 miliar, dengan volume 176,36 ribu saham, frekuensi 4,26 ribu transaksi dan net foreign Rp8,46 miliar.
Dengan demikian, transaksi akuisisi yang diumumkan MedcoEnergi pada 12 Oktober 2026 mencakup empat PSC di Cekungan Kutai dengan porsi hak partisipasi non-operator 10 persen.
Efektivitas transaksi masih bergantung pada terpenuhinya persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.