Emiten pemeliharaan pesawat bersandi saham GMFI ini menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan manufaktur pesawat lokal, PT Vela Prima Nusantara, untuk menyediakan layanan Maintenance, Repair, and Overhaulbagi armada taksi terbang listrik berteknologi electric Vertical Take-off and Landingdan hybrid Vertical Take-off and Landing
Berdasarkan keterbukaan informasi, kerja sama yang dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut menandai langkah konkret perseroan dalam merambah ekosistem transportasi udara ramah lingkungan di Indonesia.
GMFI diproyeksikan bakal memegang peran vital sebagai penyedia fasilitas perawatan dan keandalan teknis untuk wahana penerbangan taksi terbang Vela Alpha yang didesain khusus melayani konektivitas perkotaanmaupun wilayah kepulauan.
Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi, menyatakan bahwa masuknya perseroan ke dalam fase awal pengembangan armada eVTOL memberikan peluang eksponensial bagi GMFI untuk mengekspansi kemampuan tekniknya melebihi cakupan MRO konvensional.
“Keterlibatan GMF sejak tahap pengembangan hingga persiapan layanan operasional membuka peluang bagi kami untuk mengembangkan kapabilitas baru di luar traditional aircraft MRO.
Hal ini mencakup peluang dalam sertifikasi produksi, pengembangan fasilitas, serta dukungan terhadap pengembangan ekosistem industri Advanced Air Mobility di Indonesia dan kawasan regional,” ujar Andi Fahrurrozi dalam keterangan resminya.
Andi menegaskan bahwa sinergi teknis antara keahlian MRO GMFI dan inovasi manufaktur dari Vela Aero akan mematangkan kesiapan infrastruktur aviasi nasional.
Ruang lingkup kemitraan ini, lanjut Andi, mencakup riset teknis, pemeliharaan sistem pendorong listrik, pengujian material komposit, hingga penyiapan fasilitas hangar yang sesuai standar keselamatan otoritas penerbangan.
Dari sisi pengembang, perwakilan manajemen Vela Aero menyampaikan pentingnya ketersediaan mitra MRO yang tepercaya guna menjamin kelaikan terbangarmada sebelum dioperasikan secara komersial untuk masyarakat luas.
“Kami yakin kolaborasi ini tidak hanya memastikan Vela Alpha diproduksi dan dirawat dengan standar tertinggi, tetapi juga mempercepat langkah kita menuju operasional komersial di tahun 2029,” jelas perwakilan manajemen Vela Aero.
Secara teknis, kerja sama pemeliharaan ini tidak hanya menyentuh aspek propulsi dan material, melainkan juga berfokus pada keandalan sistem daya kelistrikan utama dan navigasi armada.
GMFI disiapkan untuk menangani perawatan dan pengujian baterai tegangan tinggiyang menjadi sumber energi utama Vela Alpha, serta pemeriksaan sistem avionik modern berbasis perangkat lunak penerbangan otonom dan semi-otonom.
Langkah penanganan spesifikasi teknis bertegangan tinggi ini sekaligus menjadi batu pijakan bagi para insinyur dan teknisi GMFI dalam meningkatkan standar kompetensi pemeliharaan teknologi penerbangan hijaudi tingkat regional.
Kinerja Keuangan GMFI Kian Solid Sokong Ekspansi Bisnis
Langkah ekspansi GMFI ke segmen pasar penerbangan masa depan ini ditopang oleh kinerja operasional dan keuangan yang mencatatkan pemulihan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, GMFI membukukan total pendapatan bersih sebesar USD270,28 juta.
Perolehan ini menunjukkan lonjakan signifikan bila dibandingkan dengan pendapatan bersih pada periode yang sama tahun 2025 sebesar USD178,95 juta.
Kenaikan pendapatan perseroan pada semester pertama tahun ini utamanya ditopang oleh tingginya permintaan perawatan berkala pesawat komersial, perbaikan komponen, dan layanan overhaul menyusul peningkatan frekuensi penerbangan domestik maupun internasional.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, GMFI berhasil mengantongi laba periode berjalan sebesar USD10,81 juta per 30 Juni 2026, membaik secara konsisten dari posisi USD8,76 juta pada semester I-2025.
Sisi neraca keuangan perseroan juga mencerminkan kapasitas operasional yang kuat. Hingga 30 Juni 2026, GMFI mengelola total aset tetap senilai USD463,97 juta.
Keberadaan infrastruktur bengkel pesawat dan fasilitas hangar terintegrasi yang berlokasi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi fondasi teknis yang andal bagi perseroan untuk mendukung riset sertifikasi, pengujian teknis, serta pemeliharaan rutin moda transportasi udara listrik di masa depan.
Industri AAM Jadi Nilai Tambah buat GMFI?
Kemitraan strategis ini menjadi tonggak penting dalam mendukung terciptanya moda transportasi udara beremisi rendah di tanah air.
Dengan masuk lebih awal ke dalam rantai pasok MRO taksi terbang, GMFI tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar pemeliharaan pesawat di dalam negeri, tetapi juga membangun keunggulan kompetitif pada teknologi penerbangan generasi terbaru di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan teknologi eVTOL dan hVTOL diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas tantangan kemacetan di kawasan metropolitan serta membuka keterisolasian wilayah terpencil dengan durasi tempuh yang jauh lebih efisien.
Dukungan layanan MRO yang kuat dari GMFI memastikan bahwa aspek keselamatan, keandalan teknis, dan standar regulasi penerbangan pada armada Vela Alpha dapat terpenuhi secara optimal sebelum dan selama beroperasi komersial
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.