Danantara Gandeng Raksasa Prancis Thales, Garap Proyek AI dan Teknologi Pertahanan

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding

Keempat sektor itu dinilai strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi, kapasitas inovasi, dan ketahanan nasional Indonesia dalam jangka panjang.

Bagi Danantara Indonesia, AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber bukan hanya teknologi strategis.

Keempatnya juga dipandang sebagai faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan kedaulatan nasional.

Sementara itu, Thales telah hadir di Indonesia selama hampir 50 tahun. Perusahaan tersebut membawa keahlian global di bidang pertahanan dan solusi digital yang dikembangkan untuk lingkungan dengan tingkat kebutuhan keamanan tinggi.

MoU tersebut menjadi kerangka strategis kerja sama Danantara Indonesia dan Thales dalam empat sektor, yakni AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.

Kerangka kerja sama itu selanjutnya menjadi dasar untuk pembahasan lebih lanjut mengenai berbagai potensi proyek investasi di Indonesia.

Sejumlah proyek potensial yang akan dieksplorasi mencakup manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, keamanan bandara, penerapan AI, pusat operasi keamanan siber, hingga teknologi pascakuantum.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives CTO Office, Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk mempercepat pengembangan industri berbasis teknologi strategis.

“Indonesia memiliki peluang unik untuk mempercepat pengembangan industri berbasis teknologi strategis yang akan membentuk masa depan perekonomiannya.

Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi canggih, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritis akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan sehat,” kata Ricardo melalui siaran persnya, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Ricardo, investasi pada teknologi canggih, kemampuan digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritis dapat mendorong transfer teknologi.

Investasi tersebut juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Langkah kemitraan strategis ini sejalan dengan pesatnya akselerasi ekonomi digital di dalam negeri.

Berdasarkan riset e-Conomy SEA yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada akhir 2025, nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melesat hingga menembus kisaran USD130 miliar hingga USD150 miliar pada rentang tahun 2026 hingga 2030.

Laporan tersebut menegaskan bahwa integrasi teknologi Artificial Intelligencedan penguatan sistem keamanan siber menjadi pilar utama untuk menjaga efisiensi bisnis serta ketahanan kedaulatan data nasional.

Selain itu, data Kementerian Investasi/BKPM mencatat bahwa realisasi investasi pada sektor telekomunikasi, teknologi informasi, dan infrastruktur digital domestik secara konsisten tumbuh di atas 12 persen secara year-on-year

Di sisi lain, Kementerian Perindustriandan Kementerian Pertahanan RI terus memacu peningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeripada industri pertahanan dan alutsista hingga melampaui target 40 persen, di mana kolaborasi transfer teknologi bersama mitra global seperti Thales dipandang sebagai katalis kunci untuk mencapai kemandirian industri strategis dalam negeri.

Senior Vice President for Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, menyambut kerja sama tersebut.

“Thales sangat antusias untuk bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya dalam sektor-sektor strategis dan mutakhir seperti AI dan pertahanan.

Kami merasa terhormat telah dipilih oleh Danantara untuk berkontribusi dalam berbagai proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kemampuan industri lokal.

Dengan pengalaman hampir 50 tahun hadir di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang turut menjaga kedaulatan dan ketahanan ekonomi negara,” ujar Guy.

Guy mengatakan pengalaman Thales selama hampir 50 tahun di Indonesia menjadi salah satu modal dalam mendukung proyek strategis tersebut.

Kerja sama ini tidak hanya menggabungkan kapasitas investasi Danantara Indonesia dengan keahlian teknologi Thales.

Kemitraan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik negarayang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia, khususnya pada industri yang berkaitan dengan empat sektor kerja sama.

Investasi yang nantinya direalisasikan diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas. Kerja sama tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta memperluas peluang bagi masyarakat Indonesia.

Investasi Masih Menunggu Evaluasi

Meski telah dituangkan dalam MoU, kerja sama Danantara Indonesia dan Thales masih berada pada tahap kerangka awal. Setiap investasi spesifik yang nantinya disepakati akan terlebih dahulu melalui proses evaluasi lebih lanjut.

Realisasi investasi juga akan mengikuti tata kelola yang berlaku serta kesepakatan definitif yang disetujui kedua belah pihak.

Dengan demikian, proyek seperti manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan, keamanan bandara, penerapan AI, pusat operasi keamanan siber, dan teknologi pascakuantum masih menjadi potensi yang akan dibahas lebih lanjut.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.