Asing Lepas BBCA dan GOTO, IHSG Sesi I Berakhir di Zona Merah

Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut tercatat melorot sebesar 34,14 poin atau terkoreksi 0,55 persen hingga parkir di posisi 6.158,78.

Tekanan jual yang melanda bursa membuat IHSG tak mampu bertahan di zona hijau setelah dibuka pada level 6.210,42.

Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG sempat merangkak naik ke level tertinggi hariandi posisi 6.214,76 pada awal pembukaan.

Namun, maraknya aksi pelepasan saham membawa indeks merosot hingga menyentuh level terendah hariandi posisi 6.146,02.

Aktivitas perdagangan Sesi I mencatatkan total volume transaksi di seluruh pasar sebesar 321,03 juta lot dengan nilai transaksimenembus Rp31,67 triliun serta frekuensi transaksi sebanyak 899,32 ribu kali.

Sementara di pasar reguler, nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,77 triliun dari volume 212,49 juta lot.

Pelemahan IHSG pada penutupan Sesi I turut dipicu oleh maraknya aksi jual bersiholeh investor asing.

Berdasarkan data transaksi di seluruh pasar, total penjualan saham oleh investor asingmencapai Rp2,46 triliun, jauh melebihi nilai pembelian asingyang sebesar Rp1,80 triliun.

Kondisi ini menyebabkan akumulasi net foreign sell di seluruh pasar menyentuh angka Rp663,34 miliar. Adapun di pasar reguler, nilai net foreign sell tercatat sebesar Rp4,32 miliar.

Investor Asing Lepas Saham BBCA dan GOTO

Saham emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbkdan emiten ekosistem teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbkmenjadi sasaran utama aksi lepas portofolio oleh investor asing.

Saham BBCA menduduki posisi puncak top net foreign sell dengan nilai penjualan bersih asing mencapai Rp132,14 miliar dari volume 21,79 juta lembar saham.

Mengekor di posisi kedua, saham GOTO mencatatkan net foreign sell sebesar Rp96,80 miliar dengan volume pelepasan jumbo mencapai 3,16 miliar lembar saham.

Aksi jual asing juga merambah ke sejumlah emiten besar lainnya di papan utama bursa.

Saham PT Darma Henwa Tbkberada di urutan ketiga top net foreign sell dengan nilai Rp25,36 miliar, disusul PT United Tractors Tbksebesar Rp19,77 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbksebesar Rp17,57 miliar.

Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbkdan PT Bank Syariah Indonesia Tbkjuga tertekan aksi jual asing masing-masing sebesar Rp16,89 miliar dan Rp16,02 miliar.

Di sisi lain, investor asing masih melakukan akumulasi selektif pada beberapa saham berkapitalisasi besar.

Saham PT Bank Rakyat IndonesiaTbkmemimpin daftar top net foreign buy dengan akumulasi beli bersih asing mencapai Rp60,15 miliar dari volume 19,21 juta lembar saham.

Saham PT Telkom IndonesiaTbkmenyusul di posisi kedua dengan net foreign buy Rp21,51 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbksebesar Rp15,45 miliar, dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbksebesar Rp8,41 miliar.

Selain pergerakan saham di pasar reguler, beberapa emiten juga mencatatkan akumulasi nilai jual bersih asingyang cukup signifikan di seluruh pasar.

Saham emiten pertambangan PT United Tractors Tbkmencatatkan net foreign sell sebesar Rp19,77 miliar dari volume pelepasan sebanyak 7,78 ribu lot saham.

Penjualan bersih asing juga menekan saham emiten energi dan tambang lainnya, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbksebesar Rp17,57 miliar, PT Bumi Resources Tbksebesar Rp16,89 miliar, serta PT Energi Mega Persada Tbksebesar Rp15,90 miliar

Maybank dan Mandiri Sekuritas Kuasai Nilai Transaksi Broker

Pergerakan nilai transaksi berdasarkan perantara pedagang efekpada perdagangan Sesi I menunjukkan dominasi broker bereputasi internasional dan BUMN.

PT Maybank Sekuritas Indonesia (dengan kode broker ZP) menempati peringkat pertama broker dengan nilai transaksi tertinggi di seluruh pasar, mencatatkan total nilai transaksi hariansebesar Rp27,46 triliun.

Posisi kedua dihuni oleh PT Mandiri Sekuritasyang membukukan nilai transaksi mencapai Rp26,98 triliun.

Selanjutnya, PT Stockbit Sekuritas Digitalberada di urutan ketiga dengan total nilai transaksi sebesar Rp1,45 triliun, disusul PT UBS Sekuritas Indonesiadi posisi keempat dengan nilai transaksi Rp1,02 triliun.

Di luar lima besar, perantara pedagang efek domestik dan internasional lainnya juga membukukan nilai perputaran transaksi yang lumayan tebal pada perdagangan sesi pertama.

PT Kay Hian Sekuritas (dengan kode broker AI) mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp442,1 miliar, disusul PT Semesta Indovest Sekuritasdengan nilai transaksi Rp435,4 miliar.

Selanjutnya, PT Sinarmas Sekuritasmembukukan nilai transaksi harian sebesar Rp375,6 miliar, PT Indo Premier Sekuritassebesar Rp354,0 miliar, serta PT Ajaib Sekuritas Asiadengan total nilai transaksi mencapai Rp345,4 miliar di seluruh pasar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.