Hilirisasi 28 Komoditas Butuh USD618 Miliar, Airlangga Bidik Ekspor RI USD857 MiliarRI Ketinggalan Vietnam, Airlangga Bongkar Jurus Mengejar Ekonomi Sembilan Persen
Namun, konflik kebijakan mengenai otomatisasi produksi pada sekitar 1985 menjadi salah satu titik balik. Pemerintah mendorong penyerapan tenaga kerja manual dan membatasi otomatisasi.
Bagi industri semikonduktor yang justru membutuhkan teknologi dan otomatisasi, arah kebijakan tersebut menjadi persoalan.
“Pemerintah pada tahun 1980-an membuat blunder ‘mengusir’ peluang emas investasi semi-konduktor karena anti otomatisasi dengan alasan menyingkirkan tenaga kerja manusia,” ujar Didik.
Pada akhirnya, sejumlah peluang investasi tersebut berpindah. Malaysia kemudian berkembang menjadi salah satu basis penting industri semikonduktor kawasan.
Didik menyebut Malaysia kini menguasai sekitar 13 persen pangsa pasar global untuk aktivitas pengujian, perakitan dan pengemasan chip.
Sejarah tersebut menjadi relevan karena karakter investasinya memang berbeda, tetapi persoalan dasarnya mirip. Industri teknologi membutuhkan kepastian jangka panjang.
Investor tidak hanya membeli lahan atau tarif listrik murah, melainkan membeli kepastian bahwa aturan dan kebijakan tidak berubah secara tiba-tiba ketika modal sudah ditanam.
“Sama seperti yang terjadi sekarang di Jawa Barat di mana investasi sudah dilaksanakan tetapi secara sepihak dihentikan.
Ini merupakan pukulan telak terhadap investor menjadi palu mematikan bagi investasi karena tidak mendapatkan iklim berinvestasi yang nyaman dan pasti,” kata Didik.
Di sinilah persoalan data center menjadi lebih besar daripada urusan investasi satu proyek. Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet dan menjadi salah satu pasar ekonomi digital terbesar di ASEAN.
Sejumlah perusahaan teknologi global juga telah mengumumkan investasi besar untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI di Indonesia.
Didik menyebut salah satu investor teknologi telah mengumumkan investasi USD1,7 miliar atau sekitar Rp30,43 triliun untuk perluasan infrastruktur cloud dan AI di Indonesia, sementara Amazon Web Services atau AWS berkomitmen USD5 miliar atau sekitar Rp89,5 triliun.
Di Batam, Firmus disebut sedang membangun kampus data center dengan target mencapai 170.000 akselerator AI.
Sementara itu, kapasitas data center nasional diproyeksikan menembus lebih dari 2.000 MW pada 2030 dengan pertumbuhan permintaan sekitar 16,8 persen per tahun menurut proyeksi Bank Dunia.
Angka-angka tersebut menunjukkan kenapa pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam perlombaan data center.
Investor memang masuk melalui perusahaan, tetapi proyeknya bersentuhan langsung dengan kewenangan pemerintah daerah, mulai dari tata ruang, perizinan, lingkungan, air hingga infrastruktur pendukung.
Karena itu, menurut Didik, pemerintah pusat perlu mengantisipasi potensi ganjalan dari pemerintah daerah.
Salah satu langkah paling mendasar adalah memastikan daerah yang menjadi tujuan investasi memiliki birokrasi yang ramah terhadap investasi sekaligus mampu memberikan kepastian.
Batam, menurut dia, punya kesempatan besar untuk mengambil sebagian peluang yang ditinggalkan Singapura. Tetapi kesempatan itu tidak akan otomatis menjadi kenyataan hanya karena lokasinya berdekatan dengan negara tersebut.
Indonesia sudah pernah merasakan bagaimana industri teknologi bisa berpindah ke negara tetangga ketika kebijakan dianggap tidak cocok dengan kebutuhan investor. Kini, industri yang datang adalah data center dan AI.
Nilai investasinya mencapai ratusan triliun rupiah dan kebutuhan infrastrukturnya jauh lebih besar.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.