Berdasarkan data pergerakan indeks, IHSG menguat 22,94 poin atau terangkat 0,36 persen ke level 6.484,10 dari posisi pembukaan di rentang 6.453,91.
Kendati indeks domestik mencatatkan rebound teknis, laju penguatan bursa saham tanah air masih dibayangi oleh aksi melepas portofolio yang cukup deras dari investor asing di seluruh pasar.
Angka tersebut melampaui total nilai pembelian asing yang sebesar Rp1,72 triliun. Selisih transaksi itu menghasilkan nilai jual bersih asingsebesar Rp430,21 miliar hingga akhir perdagangan Sesi I.
Tekanan jual investor luar negeri berpusat pada jajaran saham berkapitalisasi pasar besar, terutama sektor perbankan dan tambang batu bara.
Saham PT Bank MandiriTbkmenduduki peringkat teratas sebagai sasaran utama distribusi asing setelah membukukan net foreign sell sebesar Rp146,43 miliar dengan akumulasi volume aksi jual mencapai 34,02 juta lembar saham.
Saham PT Bumi Resources Tbkmenyusul di posisi kedua daftar pelepas saham oleh asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp71,92 miliar dan akumulasi volume transaksi sebesar 347,34 juta lembar saham.
Tekanan serupa berlanjut pada saham perbankan raksasa lainnya, di mana PT Bank Central Asia Tbkmencatatkan net sell asing senilai Rp43,88 miliar dengan volume 6,88 juta lembar saham, serta PT Bank Rakyat IndonesiaTbkyang dilepas sebesar Rp23,77 miliar dari akumulasi volume 7,14 juta lembar saham.
Emiten konglomerasi PT Astra International Tbkjuga tidak luput dari aksi distribusi dengan mencatatkan net sell senilai Rp23,65 miliar dari volume 4,85 juta lembar saham.
Selanjutnya, saham emiten pertambangan PT Petrindo Disentral Utama Tbkmengantongi nilai jual bersih sebesar Rp17,48 miliar dengan volume 18,89 juta lembar saham, disusul emiten telekomunikasi PT Indosat Tbkyang dilepas asing senilai Rp14,73 miliar dari volume 6,21 juta lembar saham.
Pada kelompok saham energi dan infrastruktur pendukungnya, PT Darma Henwa Tbkmencatatkan net sell asing sebesar Rp13,15 miliar dengan volume 33,60 juta lembar saham, sementara saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbkdilepas sebesar Rp12,91 miliar dari volume 4,88 juta lembar saham.
Melengkapi daftar sepuluh besar saham paling banyak dilepas asing, emiten perbankan pelat merah PT Bank Negara IndonesiaTbkmembukukan net foreign sell senilai Rp9,75 miliar dengan volume transaksi sebanyak 2,59 juta lembar saham.
Aksi distribusi oleh investor asing tersebut merambah hingga saham-saham di luar sepuluh besar.
Saham PT Barito Pacific Tbkterkikis dari porsi kepemilikan asing dengan net sell sebesar Rp9,05 miliar, diikuti emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbksebesar Rp8,23 miliar, emiten tambang nikel PT Alamtri Minerals Indonesia Tbksenilai Rp7,93 miliar, dan PT Petrosea Tbksebesar Rp7,49 miliar.
Sementara itu, emiten media PT Intermedia Capital Tbkmencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,33 miliar, emiten konsumsi PT Wahana Interfood Nusantara Tbksenilai Rp7,27 miliar, emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbksebesar Rp7,11 miliar, emiten perkebunan PT JAST Tbksenilai Rp7,07 miliar, emiten grup konsumsi PT Indofood Sukses Makmur Tbksebesar Rp6,60 miliar, serta emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbksenilai Rp6,45 miliar.
Di tengah tekanan distribusi pada saham-saham utama tersebut, sebagian dana investor luar negeri mengalir masuk secara selektif ke beberapa emiten sektor pertambangan mineral dan emas.
PT Merdeka Battery Materials Tbkmenempati urutan teratas jajaran Top Net Foreign Buy dengan akumulasi beli bersih sebesar Rp48,92 miliar dan volume 65,90 juta lembar saham, diikuti saham emiten tambang logam PT Aneka Tambang Tbkdengan net buy sebesar Rp48,85 miliar dari volume 14,76 juta lembar saham.
Emiten PT Singaraja Putra Tbkdan PT Vale Indonesia Tbkturut mencatatkan aksi beli asing berturut-turut sebesar Rp29,67 miliar dan Rp15,44 miliar.
Dari sisi partisipasi transaksi perantara pedagang efek, data Top Broker menunjukkan persaingan ketat dalam hal volume dan nilai perputaran uang di pasar secara keseluruhan.
Stockbit Sekuritas Digitalmemimpin volume transaksi dengan total nilai mencapai Rp1,69 triliun, disusul oleh UBS Sekuritas Indonesiadengan nilai transaksi Rp1,40 triliun, serta Mandiri Sekuritasyang mencatatkan total perputaran transaksi sebesar Rp1,27 triliun sepanjang perdagangan Sesi I.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.