Bahlil Menata Supply Demand Batu Bara untuk Mengejar Penerimaan Negara

IHSG Diprediksi Masih Rawan Koreksi, Analis MNC Sekuritas Ungkap Skenario BerikutnyaWIKA BetonRaih Kontrak Rp2,27 Triliun, Porsi Swasta Dominan di Tengah Efisiensi Anggaran

Sementara itu, investasi subsektor minerba pada 2025 tercatat sebesar USD6,7 miliar.

Data tersebut menunjukkan sektor minerba masih menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi terhadap aktivitas ekonomi nasional, meski pemerintah kini berupaya memperketat tata kelolanya.

Pemerintah juga menempatkan manfaat bagi masyarakat sekitar tambang sebagai bagian dari pembenahan sektor minerba. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

Program PPM mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pemberian kesempatan kepada masyarakat setempat, pembentukan kelembagaan komunitas, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Penerima manfaat program tersebut mencakup masyarakat sekitar tambang yang terdampak langsung kegiatan pertambangan, termasuk masyarakat dalam lingkup Ring I, Ring II, dan Ring III.

Ditjen Minerba juga mencatat terdapat sekitar 2.587 UMKM binaan badan usaha pertambangan minerba. UMKM tersebut bergerak di berbagai bidang usaha, antara lain kriya dan kuliner.

Bahlil menegaskan pemerintah akan tetap menjaga keseimbangan ekosistem pertambangan dengan memberikan ruang dan prioritas kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan ruang bagi pengusaha besar yang menjalankan kegiatan pertambangan dan memberikan kontribusi kepada negara melalui pembayaran royalti.

Dengan demikian, penataan sektor minerba tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga mengendalikan produksi, menjaga harga komoditas, mendorong hilirisasi, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah tambang.

Pemerintah berharap tata kelola tersebut dapat memastikan sumber daya mineral dan batu bara tidak hanya menghasilkan volume produksi yang besar, tetapi juga memberikan penerimaan negara dan manfaat ekonomi yang lebih optimal dalam jangka panjang.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.