BATIC 2026, Telin Dorong Forum Digital Lebih Berkelanjutan

Dalam penyelenggaraan forum industri digital berskala internasional tersebut, Telin menjalankan sejumlah program yang diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial bagi masyarakat.

Inisiatif itu dikembangkan melalui tiga pilar, yakni BATIC Green Journey, Connected by Purpose, dan Collective Carbon Action.

Ketiga pilar tersebut menjadi bagian dari upaya Telin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam penyelenggaraan kegiatan bisnis.

Melalui tema “Better Together”, perusahaan mengajak delegasi, mitra, dan pemangku kepentingan untuk menjadikan rangkaian perjalanan, pertemuan, serta kolaborasi dalam BATIC sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak yang lebih luas.

Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem digital perusahaan.

“Keberlanjutan merupakan bagian penting dari cara Telin membangun dan mengembangkan ekosistem digital.

Di BATIC 2026, kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan industri, komitmennya harus sama kuat,” ujar Ansyori.

Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak dalam sebuah forum bisnis dapat menghasilkan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan kepentingan bisnis, tetapi juga lingkungan dan masyarakat.

Mengurangi Jejak Lingkungan Acara

Pilar pertama, BATIC Green Journey, diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan yang berasal dari mobilitas peserta dan operasional selama penyelenggaraan acara.

Program tersebut mencakup Green Travel, Green Stay, dan Waste Management.

Melalui Green Travel, Telin menyediakan pilihan transportasi bersama bagi peserta untuk mengurangi penggunaan kendaraan secara individual sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas selama acara.

Sementara Green Stay dilakukan melalui kerja sama dengan hotel dan lokasi acara yang memiliki sertifikasi atau menerapkan praktik ramah lingkungan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memasukkan aspek keberlanjutan sejak tahap pemilihan lokasi dan akomodasi peserta.

Aspek pengelolaan lingkungan juga diterapkan melalui Waste Management. Sistem tersebut mencakup pengelolaan sampah sebelum, selama, dan setelah acara berlangsung.

Selama BATIC 2026, sekitar 2,3 ton sampah dikelola. Dari jumlah tersebut, 79% disebut berhasil didaur ulang sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Telin juga menyebut kombinasi strategi daur ulang, pengomposan, dan pengurangan sampah menghasilkan penghindaran emisi sebesar 1.643 kilogram CO₂e.

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan perusahaan untuk mengukur dampak lingkungan dari penyelenggaraan acara.

Dengan pengelolaan yang dilakukan sejak awal, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah akhir kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari pengukuran jejak lingkungan sebuah acara.

Membawa Dampak Sosial

Pilar kedua, Connected by Purpose, menempatkan aspek sosial dan keterlibatan komunitas sebagai bagian dari agenda keberlanjutan BATIC 2026.

Program yang dijalankan meliputi EmpowHER, Charity Fun Run, serta pengenalan budaya dan komunitas lokal.

Melalui sesi EmpowHER bertajuk “Connected by Design: Women Shaping the Digital Ecosystem”, Telin menghadirkan diskusi mengenai kontribusi perempuan dalam pengembangan ekosistem digital.

Forum tersebut membahas kepemimpinan, inovasi, serta partisipasi perempuan di industri digital.

Kehadiran sesi tersebut menjadi bagian dari agenda BATIC untuk memperluas pembahasan mengenai perkembangan industri melalui perspektif yang lebih inklusif.

Selain itu, Telin menggelar Charity Fun Run yang melibatkan para delegasi BATIC. Dari kegiatan tersebut terkumpul dana sebesar USD10.000.

Dana tersebut akan disalurkan kepada Koperasi Wasita Dharma Buana untuk mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur

Unsur budaya lokal juga menjadi bagian dari penyelenggaraan BATIC 2026. Melalui berbagai elemen acara, peserta internasional diperkenalkan dengan budaya dan kearifan lokal Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi komunitas serta pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam forum yang mempertemukan pelaku industri digital dari berbagai negara.

Perjalanan Peserta Jadi Aksi Iklim

Pilar ketiga, Collective Carbon Action, diwujudkan melalui program Miles to Mangrove.

Program ini mengubah riwayat perjalanan udara peserta BATIC 2026 menjadi komitmen aksi iklim melalui penanaman mangrove di sepanjang garis pantai Indonesia.

Telin mencatat komitmen penanaman sebanyak 11.723 pohon mangrove melalui program tersebut.

Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung restorasi ekosistem pesisir sekaligus menghubungkan aktivitas perjalanan dan pertemuan bisnis dengan aksi lingkungan yang dilakukan secara kolektif.

Bagi Telin, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur dan mengelola dampak lingkungan yang muncul dari penyelenggaraan forum internasional, termasuk aktivitas perjalanan para peserta.

Telin Perkuat Transparansi ESG

Komitmen keberlanjutan Telin juga diperkuat melalui peluncuran Sustainability Report pertama yang bertajuk “Connecting with Purpose”.

Laporan tersebut mendokumentasikan perjalanan, capaian, dan arah pengembangan keberlanjutan Telin.

Penyusunan laporan juga menjadi bagian dari GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, yang merupakan payung gerakan keberlanjutan TelkomGroup.

Melalui laporan tersebut, aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governanceditempatkan dalam kerangka strategi perusahaan.

Ansyori mengatakan laporan keberlanjutan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus mengidentifikasi ruang pengembangan berikutnya.

“Bagi Telin, keberlanjutan bukan sekadar bagian dari satu kegiatan, melainkan cara untuk memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil dalam menjalankan bisnis dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti,” katanya.

Penyelenggaraan BATIC 2026 dengan tiga pilar keberlanjutan tersebut menunjukkan bagaimana aspek lingkungan dan sosial mulai diintegrasikan ke dalam kegiatan bisnis berskala internasional.

Telin menyatakan pendekatan tersebut akan terus dikembangkan untuk mendukung ekosistem digital yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.