Pada tahun lalu, dividen interim dibayarkan satu kali pada Desember. Namun, pada tahun ini pembayaran dilakukan secara berkala sepanjang tahun.
Direktur BCA, Vera Eve Lim, menjelaskan perubahan pola pembayaran dividen tersebut. Perseroan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp20 per saham pada Juni 2026 dan akan membayarkan sebesar Rp25 per saham pada 16 September 2026.
“Bulan Juni yang kita bayarkan sebesar Rp20 per lembar saham.
Jadi, bulan Juni Rp20 per lembar saham, September ini tanggal 16 minggu depan jadi membayar Rp25 per lembar saham,” kata Vera dalam konferensi pers paparan publik ekspose, dikutip pada Kamis, 10 September 2026.
Vera menjelaskan, pola pembayaran tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, dividen interim hanya dibayarkan pada Desember dengan nilai sekitar Rp55 per saham.
“Tahun sebelumnya bukanlah kuartal, hanya di bulan Desember. Tahun kemarin pembagian sementara sekitaran Rp55 kalau tidak salah,” ujarnya.
Pada 2026, pembayaran dividen interim dilakukan lebih bertahap. Setelah pembayaran Rp20 per saham pada Juni dan Rp25 per saham pada September, BCA masih menyiapkan pembayaran interim pada Desember.
Dengan demikian, hingga September 2026, total dividen interim yang telah dibayarkan dan akan dibayarkan BCA mencapai Rp45 per saham.
Nilai tersebut masih belum mencakup pembayaran dividen interim yang direncanakan pada Desember. Pola tersebut membuat pembagian dividen BCA pada 2026 berlangsung lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sekarang kami di perempat. Jadi bulan Juni terima dividen sementara, September, nanti bulan Desember tidak kita tentukan tanggalnya.
Pak Rudi tadi menjelaskan itu penuh ya habis RUPS. Setiap kuartal akan menerima dividen dari BCA,” kata Vera.
Selain terkait dividen, Vera juga menyampaikan bahwa perkiraan kinerja kredit perseroan hingga akhir tahun. “Kami memperkirakan akhir tahun, pertumbuhan kredit mendekati 10 persen,” kata Vera.
Sekretaris Perusahaan BCA, Rudi Budihardjo, menyampaikan perincian mengenai rencana pembayaran dividen interim dan final. “Nah, kami berencana untuk membayar dividen sementara dalam kuartal.
Jadi kita akan membayar yang ke-16 untuk berikutnya, dan untuk kuartal ke-4 kami akan memecah belah pada bulan Desember bahwa rencana kami,” ujar Rudi.
Adapun dividen final untuk tahun buku 2026 baru akan dibayarkan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Sahampada Maret 2027.
“Untuk final di bulan Maret tahun depan setelah RUPS, bulan Maret 2027,” ujar Rudi.
Dari sisi rasio pembagian laba, BCA mempertahankan dividend payout ratio sebesar 72 persen, meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 68 persen.
“Kemudian rasio pembayaran dividen, kami bertahan pada 72 persen, meningkat dari periode sebelumnya 68 persen,” kata Rudi.
Rudi menambahkan, perseroan akan mengevaluasi kembali rasio pembayaran dividen dalam RUPS mendatang dan membuka peluang untuk meningkatkannya.
“Untuk masa depan tentunya kita akan ulas kembali di saat RUPS, dan rancangan kita juga akan bertambah pembayaran rasio lebih jauh,” ujarnya.
Kebijakan dividen tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan kinerja BCA.
Hingga Juni 2026, kredit perseroan tumbuh 8 persen secara tahunan atau year-on-yearKredit korporasi meningkat 13,6 persen YoY menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan UMKM tumbuh 6,6 persen YoY menjadi Rp288,5 triliun.
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketigamencapai Rp1,284 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 9 persen YoY. Porsi dana murah atau current account saving accountmencapai 85,2 persen, meningkat dari 83,4 persen pada tahun sebelumnya.
Kualitas kredit BCA juga terjaga dengan rasio non-performing loansebesar 1,9 persen pada semester I 2026, turun dari 2,2 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, loan at riskturun menjadi 4,9 persen dari 5,7 persen.
Untuk keseluruhan 2026, manajemen memperkirakan pertumbuhan kredit BCA mendekati 10 persen. Adapun loan to deposit ratioberada di kisaran 78 persen, sedangkan rasio intermediasi makroprudensialberada di sekitar 81,7 persen.
BCA memperkirakan RIM tetap berada di kisaran 81,7 persen hingga akhir tahun.
Dengan perubahan pola tersebut, pemegang saham BCA pada 2026 mendapatkan pembayaran dividen interim secara lebih berkala dibandingkan tahun sebelumnya.
Setelah pembayaran pada Juni dan September, perseroan masih menyiapkan dividen interim pada Desember, sedangkan dividen final menunggu keputusan RUPS pada Maret 2027.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.