Boncos Pekanan Terdalam, Saham TAMA Terperosok 16 Persen Disusul WMPP

Tekanan ini melanda sejumlah saham lapis kedua dan ketiga di pasar reguler. Jajaran top losers mingguan mencatatkan penurunan harga hingga 16,42 persen.

Saham PT Lancartama Sejati Tbkmemimpin daftar pelemahan harga saham terdalam. Saham emiten pengembang properti ini terperosok 16,42 persen sepekan ke level Rp224,00 per saham.

Pada Jumat, 28 Agustus 2026, saham TAMA menyusut 5,08 persen secara harian.

Kinerja Year-to-Dateperseroan masih mencatatkan pertumbuhan 330,77 persen. Nilai kapitalisasi pasar TAMA saat ini mencapai Rp268,80 miliar.

PT Widodo Makmur Perkasa Tbkmenduduki urutan kedua dengan penurunan 15,15 persen sepekan. Saham emiten Papan Pemantauan Khusus ini berakhir di level Rp28,00 per saham.

Pada perdagangan penutup pekan, WMPP terkikis 3,45 persen secara harian.

Kinerja saham WMPP secara ytd masih mengantongi penguatan 133,33 persen. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat senilai Rp823,73 miliar.

Saham PT Intermedia Capital Tbkmenempati posisi ketiga setelah merosot 14,29 persen sepekan. Saham emiten induk media televisi ini parkir di level Rp240,00 per saham.

Pada perdagangan Jumat, MDIA melemah 4,00 persen secara harian.

Kinerja ytd perseroan tetap melonjak 172,73 persen. Nilai kapitalisasi pasar MDIA menembus Rp9.411,73 miliar.

PT Wira Global Solusi Tbkberada di posisi keempat dengan koreksi sepekan 13,89 persen. Saham emiten Papan Akselerasi ini mendarat di harga Rp155,00 per saham.

Saham WGSH sempat menguat 2,65 persen secara harian pada perdagangan penutup pekan.

Performa ytd perseroan berada di zona positif 13,14 persen. Nilai kapitalisasi pasar WGSH tercatat sebesar Rp323,18 miliar.

PT Platinum Wahab Nusantara Tbkmelengkapi lima besar pelemahan sepekan. Saham emiten Papan Pemantauan Khusus ini melemah 13,70 persen ke level Rp63,00 per saham.

Pada perdagangan Jumat, saham TGUK bergerak stagnan tanpa perubahan harga harian.

Pelemahan ini memperdalam koreksi ytd perseroan menjadi minus 54,01 persen. Nilai kapitalisasi pasar TGUK berada di angka Rp225,00 miliar.

Siapa Saja Saham yang Terjerat Koreksi Terdalam Sepekan?

Lima saham lainnya turut masuk dalam jajaran 10 besar pelemahan terparah pekan kemarin.

Saham PT Estee Gold Feet Tbkmerosot 12,85 persen sepekan ke harga Rp1.390,00 per saham. Saham emiten Papan Akselerasi ini tergerus 2,46 persen secara harian pada perdagangan Jumat.

Imbal hasil ytd perseroan masih melonjak 434,62 persen dengan kapitalisasi pasar Rp3.542,87 miliar.

PT Fortune Indonesia Tbkmelemah 12,33 persen sepekan ke level Rp1.990,00 per saham. Saham emiten jasa periklanan ini tidak mengalami perubahan harga pada penutupan bursa akhir pekan.

Performa ytd perseroan bertahan di zona hijau 18,45 persen dengan kapitalisasi pasar Rp925,80 miliar.

Saham PT Harta Djaya Karya Tbkterkikis 10,69 persen sepekan ke posisi Rp117,00 per saham. Saham emiten Papan Akselerasi ini menyusut 1,68 persen pada penutupan perdagangan Jumat.

Capaian ytd perseroan berada di level positif 11,43 persen dengan kapitalisasi pasar Rp305,15 miliar.

PT Matahari Putra Prima Tbkmencatatkan penurunan sepekan 10,42 persen ke harga Rp43,00 per saham. Saham emiten pengelola Hypermart ini terkoreksi 4,44 persen pada perdagangan Jumat.

Koreksi mingguan ini memperlebar imbal hasil ytd perseroan menjadi minus 27,12 persen.

Kapitalisasi pasar MPPA saat ini tercatat senilai Rp1.454,64 miliar.

Saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbkmenyusut 10,11 persen ke posisi Rp80,00 per saham. Saham emiten pengembang wahana rekreasi ini terkoreksi 4,76 persen pada perdagangan Jumat.

Imbal hasil ytd perseroan masih mencatatkan kenaikan 95,12 persen.

Kapitalisasi pasar JGLE saat ini berada di angka Rp1.806,55 miliar.

Aksi ambil untunginvestor ritel memicu tekanan jual pada sepuluh saham ini. Para pemodal memanfaatkan momentum usai emiten mencatatkan reli harga tinggi pada periode sebelumnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.