Indeks jatuh 1,20 persen atau anjlok 76,31 poin hingga terlempar ke posisi 6.298,61.
IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka pada level 6.364,98.
Sempat bergerak menguat tipis ke titik tertinggi harian di level 6.368,57 pada awal sesi, IHSG perlahan terus tertekan hingga menyentuh level terendah harian di posisi 6.287,46 sebelum akhirnya ditutup pada level 6.298,61.
Data perdagangan seluruh pasaryang dihimpun hingga penutupan sesi sore mencatatkan total volume perdagangan mencapai 254,76 juta lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,74 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,65 juta kali.
Tekanan terhadap IHSG sudah terasa sangat tebal sejak penutupan Sesi I. Pada pertengahan hari, IHSG terkoreksi 1,06 persen atau berkurang 67,81 poin menuju level 6.307,11, dipicu oleh tingginya aksi jual bersihinvestor asing.
Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG sempat dibuka pada level 6.364,98, menyentuh titik tertinggi di angka 6.368,57, sebelum akhirnya tertekan ke level terendah harian Sesi I pada posisi 6.304,01.
Data perdagangan seluruh pasar yang dihimpun mencatatkan total volume transaksi mencapai 195,78 juta lot saham dengan nilai transaksi bruto sebesar Rp6,11 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 962,48 ribu kali.
Koreksi IHSG beriringan dengan maraknya aksi lepas saham oleh pemodal luar negeri.
Berdasarkan data Foreign Activity Midday yang dirilis Stockbit Sekuritas per 24 September 2026, akumulasi foreign buy Sesi I tercatat sebesar Rp1,75 triliun, sementara angka foreign sell membengkak hingga Rp2,74 triliun.
Kondisi tersebut menghasilkan net foreign sell bersih menembus Rp987,09 miliar di seluruh pasar.
Arus modal keluar asing pada paruh pertama perdagangan terfokus pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan.
Saham PT Bank MandiriTbkmenduduki peringkat pertama top net foreign sell setelah dilego asing sebesar Rp237,12 miliar dengan volume penjualan mencapai 57,44 juta saham atau 574,45 ribu lot.
Mengekor di posisi kedua, saham PT Bank Rakyat IndonesiaTbkmembukukan net foreign sell senilai Rp90,69 miliar dengan volume transaksi 28,67 juta saham atau 286,71 ribu lot.
Sektor perbankan lainnya, PT Bank Central Asia Tbk, juga mencatatkan pelepas modal asing senilai Rp27,57 miliar.
Aksi distribusi asing turut menghantam emiten telekomunikasi dan komoditas energi. Saham PT Telkom IndonesiaTbkmenduduki posisi ketiga net sell dengan nilai Rp76,70 miliar atau 31,88 juta saham.
Di sektor pertambangan dan energi, saham PT Bumi Resources Tbkdilepas asing senilai Rp60,80 miliar atau 322,85 juta saham, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbksebesar Rp32,16 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbksenilai Rp31,98 miliar, PT Aneka Tambang Tbksebesar Rp28,74 miliar, PT Darma Henwa Tbksenilai Rp28,59 miliar, dan PT Petrosea Tbksebesar Rp28,33 miliar.
Beberapa emiten konglomerasi dan komoditas lainnya yang ikut dilego meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbksebesar Rp27,47 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbksenilai Rp18,16 miliar, PT Barito Pacific Tbksebesar Rp14,68 miliar, serta PT Indosat Tbksebesar Rp14,51 miliar.
Gelombang Distribusi Asing Terjadi Sejak Perdagangan Sesi I
Koreksi IHSG pada penutupan Sesi I sebesar 1,06 persen ke posisi 6.307,11 tersebut kian mempertegas tingginya tekanan aksi jual beruntunpemodal asing yang mencapai Rp987,09 miliar di seluruh pasar.
Gelombang distribusi modal keluar ini tercatat berpusat pada saham-saham perbankan big cap dan emiten berbasis komoditas, di mana saham BMRI dan BBRI masing-masing membukukan nilai net sell sebesar Rp237,12 miliardan Rp90,69 miliar
Meredupnya laju indeks di pertengahan hari perdagangan ini turut diperberat oleh pelepas modal asing pada saham TLKM sebesar Rp76,70 miliar serta emiten energi BUMI senilai Rp60,80 miliar, meskipun saham ASII dan ASLI masih sanggup mencatatkan akumulasi beli bersihmasing-masing senilai Rp22,19 miliar dan Rp16,10 miliar sebagai penahan tekanan indeks lebih lanjut.
Di tengah kuatnya arus dana keluar, sejumlah emiten terpantau masih berhasil menarik akumulasi beli bersih asingsekaligus menahan tekanan penurunan IHSG yang lebih dalam.
Saham PT Astra International Tbkmemimpin jajaran top net foreign buy pada Sesi I dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp22,19 miliar dan volume transaksi 4,64 juta saham atau 46,42 ribu lot.
Posisinya disusul oleh saham PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbkyang mengantongi net buy sebesar Rp16,10 miliar dengan volume transaksi masif mencapai 35,62 juta saham atau 356,16 ribu lot.
Emiten BUMN tambang PT Timah Tbkmeraih net buy asing senilai Rp8,64 miliar, diikuti PT Indokripto Koin Semesta Tbksebesar Rp7,18 miliar, PT Harta Djaya Karya Tbksenilai Rp3,76 miliar, PT Media Nusantara Citra Tbksebesar Rp3,69 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbksenilai Rp2,67 miliar.
Sejumlah emiten konsumer dan perkapalan juga mencatatkan akumulasi beli bersih terbatas pada pertengahan sesi.
Saham PT Aman Agrindo Tbkmengantongi net buy Rp2,53 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbksebesar Rp2,21 miliar, PT Dewi Shri Farmindo Tbksebesar Rp1,91 miliar, PT Samudera Indonesia Tbksenilai Rp1,55 miliar, PT Soechi Lines Tbksebesar Rp1,32 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbkdengan nilai net buy mencapai Rp1,23 miliar.
Rekam Jejak Pergerakan Historis IHSG Sepekan
Pelemahan IHSG ke posisi 6.298,61 pada perdagangan Kamis, 24 September 2026 ini membalikkan arah pergerakan bursa secara signifikan dari hari sebelumnya.
Pada perdagangan Senin, 21 September 2026, IHSG ditutup melemah 0,88 persen atau berkurang 56,43 poin ke level 6.384,73 dengan nilai transaksi Rp10,25 triliun dan net foreign sell sebesar Rp503,12 miliar.
Memasuki perdagangan Selasa, 22 September 2026, IHSG kian tertekan 1,69 persen atau merosot 107,68 poin ke posisi 6.277,04, mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp13,14 triliun dan net foreign sell yang membengkak hingga Rp671,63 miliar.
Laju IHSG sempat rebound pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, di mana indeks bangkit signifikan sebesar 1,56 persen atau melonjak 97,87 poin ke level 6.374,91 dengan nilai transaksi mencapai Rp11,87 triliun.
Meskipun indeks menguat pada pertengahan pekan tersebut, investor asing terpantau tetap membukukan net foreign sell sebesar Rp468,26 miliar.
Tekanan jual berlanjut kembali pada Kamis, 24 September 2026, di mana IHSG kembali terpangkas 1,20 persen ke posisi 6.298,61, sekaligus memupus penguatan hari sebelumnya dengan nilai transaksi total di pasar sekunder mencapai Rp9,74 triliun.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.