BUVA Update Jadwal Rights Issue, Ada Kabar dari Pengendali

Emiten Afiliasi HapsoroKucurkan Rp22 Miliar ke Anak Usaha, Tujuannya?Ketika BUVA Memperluas Jejak Bisnis di Tanah Bali

Hal yang Perlu Dicermati Investor

Secara fundamental, kata Nafan, penurunan beban utang yang diimbangi ekspansi proyek berprospek akan menjadi pijakan yang solid bagi pemulihan kinerja keuangan BUVA secara berkelanjutan.

Terpisah, Praktiksi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan right issue  BUVA cukup menarik. Namun begitu, ia melihat respon pasar kurang mendukung terhadap aksi korporasi ini.

Menurut William, kondisi tersebut bisa menjadi tekanan dalam jangka pendek karena asumsi ketidakmampuan emiten melunasi utang sehingga mengandalkan right issue.

“Tapi ini hanya sementara dan setelah kinerja membaik maka optimisme pasar akan kembali,” jelasnya.

William menambahkan likuiditas saham BUVA juga akan meningkat. Namun, kata dia, ini hanya menjadi hambatan apabila minat pasar terhadap saham BUVA sepi.

“Karena itu mempertimbangkan pergerakan harga saham yang menurun, saya rekomendasikan wait and see,” terangnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.