Deretan Saham Top Gainers Sepekan, NATO Melesat 84 Persen Memimpin Pasar

Saham NATO memimpin penguatan pasar dengan lonjakan imbal hasil mencapai 84,67 persen dalam kurun satu minggu perdagangan, hingga ditutup pada level Rp1.265 per lembar.

Aksi borong masif yang dilakukan investor terhadap saham NATO tersebut mendorong nilai kapitalisasi pasarnya merangkak naik hingga menyentuh angka Rp10,12 triliun.

Penguatan tajam dalam sepekan ini sekaligus memperpanjang reli positif harga saham perseroan yang telah membukukan imbal hasil sebesar 91,67 persen dalam periode satu bulan terakhir.

Tren kenaikan beruntun juga dicatatkan oleh saham FORU yang mengekor di posisi kedua secara impresif.

Saham emiten ini melesat 72,36 persen dalam sepekan hingga parkir di level Rp3.430 per lembar, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1,60 triliun.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, pergerakan saham FORU tercatat telah tumbuh secara signifikan hingga mencapai 122,01 persen.

Di posisi ketiga, emiten perbankan BSIM mencatatkan kenaikan imbal hasil mingguan sebesar 68,09 persen ke level Rp1.185 per lembar.

Melesatnya harga saham BSIM secara berturut-turut ini turut mempertebal nilai kapitalisasi pasarnya di bursa hingga berhasil menembus angka Rp23,36 triliun.

Gairah transaksi di pasar modal harian maupun mingguan juga ditopang oleh kinerja saham UANG yang meroket 61,04 persen ke posisi Rp4.010 per lembar.

Saham UANG mencatatkan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp4,85 triliun, di mana penguatan sepekan terakhir ini berhasil membalikkan tren negatif dari pergerakan harganya pada periode sebelumnya.

Selanjutnya, saham LUCY berhasil menghuni urutan kelima dalam jajaran saham tercuan setelah menguat 58,11 persen dalam sepekan ke level Rp585 per lembar.

Saham ini mengantongi nilai kapitalisasi pasar Rp886,14 miliar, sekaligus makin memperkuat performa pergerakan bulanan yang melonjak hingga 156,58 persen.

Capaian Poin Penguatan Sepuluh Besar Saham Industri

Saham PTSP menempati urutan keenam dengan pertumbuhan harga sepekan sebesar 56,18 persen ke level Rp1.390 per lembar, meskipun pada perdagangan harian terakhir sempat terkoreksi 14,98 persen akibat aksi rehat sejenak para pelaku pasar.

Kapitalisasi pasar emiten ini tercatat berada di level Rp306,92 miliar.

Di posisi ketujuh, saham SQMI mencatatkan penguatan mingguan sebesar 53,73 persen dan ditutup pada posisi Rp103 per lembar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,60 triliun.

Performa harga saham SQMI secara konsisten terus bergerak di zona hijau dengan mencatatkan akumulasi imbal hasil 123,91 persen dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Tiga posisi terakhir dalam daftar sepuluh saham top gainers mingguan berturut-turut diisi oleh saham ASLI, SINI, dan LIFE.

Saham ASLI melesat 51,61 persen dalam sepekan ke level Rp376 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar Rp2,35 triliun.

Sementara itu, saham SINI menguat 50,65 persen ke posisi Rp14.500 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp17,44 triliun.

Melengkapi daftar sepuluh besar, saham LIFE membukukan kenaikan 50,59 persen ke level Rp12.725 per lembar, yang menempatkan nilai kapitalisasi pasarnya berada di angka Rp26,72 triliun.

Daya Dorong Perdagangan Sepekan BEI

Melesatnya deretan saham top gainers tersebut berjalan selaras dengan penguatan agregat aktivitas perdagangan di BEI selama sepekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Data bursa mencatat Indeks Harga Saham Gabunganbergerak di zona positif dengan mengalami peningkatan 1,82 persen, ditutup pada level 6.636,475 dari posisi 6.518,121 pada pekan sebelumnya.

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyampaikan bahwa indikator transaksi harian di pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 35,9 persen dibanding kurun waktu sebelumnya.

“Menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Aulia Noviana Utami Putri dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa kenaikan volume perdagangan tersebut juga diikuti peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 25,75 persen menjadi Rp19,22 triliun, dibanding pekan sebelumnya yang senilai Rp15,29 triliun.

Selain itu, frekuensi transaksi harian bursa turut meningkat 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan pun menanjak 1,47 persen menjadi Rp11.59 triliun.

Meski demikian, aksi lepas portofolio oleh pemodal asing dilaporkan masih terus berlanjut.

BEI mencatat nilai jual bersihinvestor asing pada pekan ini mencapai Rp29,76 miliar, sehingga akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan 2026 membengkak menjadi Rp68,05 triliun.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.