Dharma Polimetal (DRMA) Perkuat Manufaktur Global, Bidik Mitra Baru di Automechanika

Bentuk Usaha Patungan Bersama Minth Group, Laba Bersih DRMA Tergerus 15,6 PersenDRMA Gandeng Minth Group, Bisnis Komponen EV Masuk Babak Baru

Namun, DRMA tidak sekadar menunggu pasar kendaraan listrik membesar. Mereka sudah masuk lebih dalam ke rantai pasoknya melalui pembentukan PT Dharma Minth Indonesia bersama Minth Group pada 15 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi DRMA, perusahaan patungan tersebut memiliki modal dasar Rp180 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp45 miliar.

Minth Group melalui Talentlink Development Ltd menguasai 51 persen saham, sementara DRMA memegang 49 persen.

DMI akan menggarap komponen kendaraan roda empat, antara lain battery housing, struktur bodi dan sasis berbasis aluminium extrusion, serta desain komponen plastik.

Fasilitas produksinya disiapkan di kawasan industri Bekasi dengan lahan sekitar 15.150 meter persegi dan luas bangunan sekitar 10.200 meter persegi. Operasional pabrik ditargetkan dimulai pada kuartal II 2027.

Nilai investasi awal DMI disebut mencapai USD2,5 juta atau sekitar Rp45 miliar. Investasi tersebut direncanakan meningkat secara bertahap hingga USD10 juta atau sekitar Rp180 miliar.

Jadi, angka Rp180 miliar tersebut tidak berarti seluruh dana sudah disetor sejak awal pembentukan perusahaan patungan.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan DMI nantinya diarahkan untuk memasok komponen kendaraan listrik bagi sejumlah merek otomotif.

Manajemen juga membuka peluang agar produksi dari fasilitas tersebut tidak berhenti di pasar domestik, tetapi merambah pasar ekspor.

Di titik ini, cerita DRMA menjadi lebih konkret.

Panggung Automechanika memang menjadi tempat perseroan mencari principal dan mitra baru, tetapi langkah bersama Minth menunjukkan bahwa ekspansi manufaktur tersebut sudah mulai diterjemahkan menjadi investasi dan kapasitas produksi.

Tetap ada catatan yang tidak boleh disapu ke bawah karpet.

Dalam keterbukaan informasi mengenai pembentukan DMI, DRMA menyatakan perusahaan patungan tersebut belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan pada saat pengungkapan.

Artinya, pasar EV memang sedang membesar dan DRMA sudah menyiapkan kaki di dalam rantai pasoknya.

Tetapi kontribusi bisnis dari JV tersebut masih merupakan cerita yang harus menunggu pabrik berdiri, produksi berjalan, dan pesanan benar-benar masuk.

Di situlah target pertumbuhan pendapatan 10 persen DRMA tahun ini akan diuji.

Angka 2025 menunjukkan pendapatan tumbuh 7,8 persen, sementara pasar kendaraan elektrifikasi memberikan ruang baru dan kerja sama dengan Minth membuka jalur manufaktur yang lebih luas.

Tinggal bagaimana semua rencana tersebut dikerjakan menjadi penjualan ke depan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.