EEF 2026 Buka Peluang Energi Rusia, Bahlil Pastikan Proyek Konkret Berjalan

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, kini dituntut membuktikan agar berbagai kesepakatan bilateral tersebut direalisasikan dalam bentuk proyek konkret yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat..

Bahlil menegaskan, Kementerian ESDM bergerak cepat menerjemahkan pembahasan tingkat kepala negara menjadi kerja sama sektoral yang terukur di bidang eksplorasi migas, transmisi listrik, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan dan nuklir damai.

“Arahan Bapak Presiden sangat jelas.

Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan,” ujar Bahlil di Vladivostok, Rusia, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Secara terpisah, dalam Sesi Pleno EEF ke-11 bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemitraan strategis yang melampaui sekadar perdagangan barang.

Indonesia menawarkan pasar domestik yang besar sekaligus gerbang kawasan ASEAN, sementara Rusia unggul di bidang rekayasa teknologi dan sumber daya energi.

Di sektor migas, Indonesia secara terbuka menyambut keterlibatan perusahaan Rusia untuk menggenjot kegiatan eksplorasi, produksi, hingga pengolahan minyak dan gas bumi nasional.

“Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas,” kata Presiden.

Tak hanya hidrokarbon, kata dia, Indonesia juga mengincar transfer teknologi pada sektor energi terbarukan, modernisasi jaringan listrik cerdas, serta pengembangan energi nuklir modular berskala penuh dengan standar keselamatan internasional.

“Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengajak Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius, yakni menggandakan nilai perdagangan bilateral dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic UnionPeningkatan tersebut diharapkan ditopang oleh ekonomi yang saling melengkapi, pemberlakuan FTA yang diperkirakan mulai berlaku pada awal 2027, serta hubungan yang makin erat antarpelaku usaha.

Presiden juga menggarisbawahi pengalaman ASEAN dalam membangun perdamaian melalui konsultasi dan kerja sama.

Menurutnya, pilihan ASEAN untuk mengedepankan konsultasi dibanding konfrontasi telah menghasilkan peace dividend selama hampir enam dekade, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan kehidupan masyarakat dapat tumbuh dalam suasana yang stabil.

Menanggapi arahan tersebut, Bahlil mewanti-wanti agar kerja sama ini tidak menguap sebagai komitmen di atas kertas semata.

Ia memastikan pemerintah bakal mengawal implementasi teknisnya agar mampu mendatangkan modal nyata, mendukung kemandirian energi, serta menciptakan nilai tambah bagi industri dalam negeri.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat,” tegas Bahlil.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa kehadiran Menteri ESDM di Vladivostok memegang peran vital untuk mengeksekusi hasil pembicaraan tingkat tinggi menjadi kesepakatan bisnis yang mengikat antara pelaku usaha kedua negara.

“Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara,” ujar Anggia.

Sekadar informasi, Prabowo Subianto tiba di Tanah Air pada Jumat, 4 September 2026 dini hari setelah merampungkan kunjungan ke Rusia.

Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forumke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok.

Pesawat yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB.

Di bawah tangga pesawat, tampak menyambut kedatangan Presiden yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.