Hal ini terjadi setelah para pembeli berbondong-bondong masuk ke dalam reli di tengah pengumuman pembelian kembaliobligasi pemerintah Amerika Serikat
Dikutip dari Reuters, emas spot naik 0,8 persen menjadi USD4.639,49 per ons setelah mencapai USD4.680,70 — level tertinggi sejak 14 Mei 2026 di awal sesi.
Sementara itu kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,4 persen lebih tinggi ke harga USD4.697,80 per ons.
“Fundamental dan teknikal tampaknya mendukung tren bullish untuk pasar emas di awal pekan perdagangan ini,” kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.
Ia juga mengatakan bahwa imbal hasil obligasi telah stabil, bahkan sedikit menurun yang mendukung harga logam mulia menguat.
Dengan tren harga yang semakin tinggi, Wyckoff menyebut bahwa harga emas yang paling mudah dicermati adalah bergerak mendatar hingga naik dalam beberapa minggu mendatang, kecuali ada sinyal pembalikan teknis.
ETF berbasis emas juga menarik arus masuk sebesar 46,7 metrik tonpekan lalu, yang merupakan permintaan mingguan terbesar mereka dalam 10 bulan, menurut World Gold Council, dengan dana yang terdaftar di Amerika Utara dan Eropa memimpin arus masuk tersebut.
Diketahui, harga emas batangan naik lebih dari lima persen pekan lalu setelah rencana dukungan buyback oleh Departemen Keuangan AS mendorong dolar ke level terendah dalam beberapa bulan , membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli asing.
Di bidang geopolitik, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan perluasan sanksi sekunder yang dapat dikenakan pada entitas dan negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Iran di seluruh dunia.
Pasar kini menantikan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, indikator inflasi favorit Federal Reserve, yang akan dirilis pada hari Rabu dan pidato perdana Ketua Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat untuk memahami prospek suku bunga.
Perhatian pasar juga tertuju pada pidato-pidato kebijakan minggu ini di Amerika Serikat dan Jepang.
Di sisi lain, harga perak spot turun 0,4 persen menjadi USD68,69 per ons, platinum menyusut 0,2 persen ke harga USD1.874,87, dan paladium naik 0,5 persen ke level USD1.356,51.
Proyeksi Harga Emas Pekan ini: Logam Mulia Menguji Rp2,86 Juta
Diberitakan sebelumnya, harga emas dunia dan logam mulia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan pekan ini di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan arah pergerakan emas tidak lepas dari memanasnya tensi geopolitik global.
Pada perdagangan Sabtu, 22 Agustus 2026, Ibrahim mencatat harga emas dunia berada di posisi USD4.604 per troy ons. Jika mengalami koreksi, ia memprediksi harga emas akan berkutat disuport pertama di harga USD4.520 per troy ons.
“Kalau seandainya harga emas dunia mengalami kenaikan ya resistance pertama itu di level USD4.676 per troy ons dan target resisten mingguan menembus area USD4.766 per troy ons.,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia pekan ini bakal ditransaksikan pada rentang harga USD4.437 hingga USD4.766 per troy ons.
Di sisi lain, harga logam mulia pada Sabtu, 22 Agustus 2026, ditutup pada level Rp2.746.000 per gram.
Ibrahim menyebut jika bergerak melemah, level support harian awal berada di level Rp2.726.000 per gram dan batas support mingguan tercatat di kisaran Rp2.600.000 per gram.
Apabila harga logam mulia mengalami kenaikan resistance pertama itu di 2.764.000 rupiah per gram dengan resistance sepekan mencapai Rp2.864.000 per gram.
“Jadi kesimpulannya kalau harga logam mulia pekan ini itu ditransaksikan di Rp2.600.000 per gram sampai di Rp2.864.000 per gram,” jelas dia.
Ibrahim menilai faktor utama pembentuk sentimen pasar saat ini berasal dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya rencana pengumuman sanksi ekonomi terbaru dari Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurutnya rencana sanksi tersebut mendapatkan kecaman keras dari pihak Iran. Isu ini pun turut menyeret Tiongkok sebagai mitra bisnis utama.
“Kenapa? Karena sampai saat ini importer terbesar minyak mentah dari Iran 80 persen itu adalah Tiongkok,” pungkas Ibrahim.
HPE dan HR Emas Naik di Periode II Agustus 2026, Kemendag Beberkan Pemicunya
Kementerian Perdagangantelah menetapkan Harga Patokan Ekspordan Harga Referensiuntuk komoditas emas pada periode II Agustus 2026.
HPE emas ditetapkan sebesar USD131.777,67 per kilogram atau naik 0,65 persen dari periode I Agustus 2026 yang sebesar USD130.921,50 per kilogram.
Kemudian, HR emas juga naik menjadi USD 4.098,75 per troy ouncedari USD 4.072,12 per t oz.
Ketentuan HPE dan HR emas ditetapkan dalam “Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1716 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”.
Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 15–31 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan naiknya HPE dan HR emas dipengaruhi penurunan suku bunga acuan global yang menyebabkan potensi keuntungan dari instrumen seperti deposito menjadi kurang optimal.
“Hal ini mendorong investor untuk memindahkan likuiditasnya ke komoditas emas untuk melindungi nilai aset,” ujar dia dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Tommy, kondisi peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global.
Dengan pasokan emas yang cukup terbatas, situasi ini memicu kenaikan harga emas di pasar internasional.
Selain itu, melemahnya nilai tukar mata uang utama global serta menurunnya tingkat imbal hasil obligasi di pasar internasional turut menjadi faktor yang mendorong peningkatan HPE dan HR emas periode II Agustus 2026.
Tommy juga menyampaikan, nilai emas tercatat naik 0,65 persen selama periode pengumpulan data.
Sebagai informasi, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralyang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association
“Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” pungkas Tommy.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.