Ekspor Batu Bara Satu Pintu, ITMG Masih Tunggu Mekanisme DSI

Direktur Utama ITMG, Mulianto, mengatakan perseroan saat ini masih mencermati perkembangan kebijakan tersebut, termasuk prosedur dan mekanisme yang nantinya akan diterapkan.

“Tentu saja saat ini perusahaan masih memantau perkembangan rencana pemerintah terkait pengelolaan ekspor batu bara satu pintu melalui DSI, termasuk di dalamnya prosedur dan mekanisme,” ujar Mulianto dalam konferensi pers Public Ekspose daring ITMG, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Mulianto, ITMG pada prinsipnya berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah.

Namun, perseroan masih melihat perkembangan mekanisme implementasi kebijakan tersebut sebelum memberikan gambaran lebih jauh mengenai dampaknya terhadap kegiatan ekspor perseroan.

“Pada prinsipnya, perusahaan akan senantiasa berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara, sekaligus juga memperkuat daya saing industri batu bara nasional,” katanya.

Kebijakan ekspor satu pintu tersebut menjadi salah satu isu yang diperhatikan ITMG karena perseroan memiliki pasar ekspor yang cukup besar.

Berdasarkan paparan publik ITMG, penjualan batu bara perseroan pada semester I 2026 mencapai 12,3 juta ton. China menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 28 persen, diikuti Indonesia sebesar 27 persen dan Jepang 19 persen.

Selanjutnya, Filipina menyumbang 9 persen dari penjualan, sementara India dan Thailand masing-masing sebesar 4 persen. Sisanya berasal dari sejumlah pasar lainnya.

Di tengah perkembangan tersebut, kinerja saham ITMG juga masih menunjukkan penguatan dalam beberapa periode terakhir.

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 11.52 WIB, saham ITMG berada di level 26.500 rupiah per saham, turun 250 poin atau 0,93 persen.

Saham ITMG sempat menyentuh level tertinggi 26.800 rupiah dan terendah 26.225 rupiah, dengan volume perdagangan 996.200 saham.

Meski terkoreksi dalam perdagangan hari ini, saham ITMG masih mencatatkan penguatan 1,53 persen dalam sepekan, 5,47 persen dalam sebulan dan 21,14 persen dalam tiga bulan.

Secara year to date, saham ITMG juga menguat 21,14 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir naik 18,97 persen.

Dari sisi fundamental, ITMG membukukan pendapatan sebesar 8,824 triliun rupiah pada kuartal II 2026, meningkat dibandingkan 7,212 triliun rupiah pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih tercatat 944 miliar rupiah, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 455 miliar rupiah pada kuartal II 2025.

Pada kuartal II 2026, laba kotor ITMG tercatat 2,171 triliun rupiah, sementara laba usaha mencapai 1,157 triliun rupiah. Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar 1,766,76 miliar rupiah pada periode tersebut.

Dengan komposisi tersebut, kebijakan terkait tata kelola ekspor menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan perseroan dalam menjalankan strategi penjualan batu bara pada paruh kedua 2026.

Dalam paparan publiknya, ITMG juga mencatat bahwa kondisi pasokan batu bara global masih menghadapi ketidakpastian, salah satunya terkait kebijakan pasokan Indonesia serta gangguan logistik di sejumlah wilayah pengekspor utama.

Untuk Indonesia, perseroan menyebut pasokan batu bara masih terkendala ketidakpastian RKAB, persyaratan domestic market obligation atau DMO yang lebih tinggi, serta kebijakan sentralisasi ekspor.

ITMG memperkirakan revisi RKAB berpotensi meningkatkan produksi pada semester kedua. Namun, ketersediaan batu bara untuk ekspor diperkirakan tetap terbatas karena sebagian volume dialihkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Dalam konteks tersebut, ITMG masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai mekanisme ekspor satu pintu melalui DSI.

Sebelumnya, manajemen ITMG juga menyampaikan bahwa perseroan masih dalam proses pembahasan RKAB 2027. Mulianto mengatakan ITMG dalam waktu dekat akan menyampaikan pengajuan kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saat ini, ITMG dalam pembahasan mengenai RKAB 2027. Dan dalam waktu dekat, kita akan menyampaikan kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Mulianto.

Perseroan berharap proses pembahasan dan pengajuan RKAB 2027 dapat berjalan dengan lancar.

Sementara untuk revisi RKAB 2026, Mulianto menegaskan bahwa ITMG akan merujuk pada penetapan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Untuk informasi mengenai revisi RKAB, tentu kami akan selalu merujuk pada penetapan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM,” ujarnya.

Mulianto menambahkan, ITMG saat ini tetap menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berupaya mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.