Bahlil Naikkan Target Listrik Gratis Dua Kali Lipat Jadi 500.000 Rumah Tangga
“Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa ITM mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika biaya dan pasar.
Peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba,” ujar Mulianto dalam acara Public ExposeLive secara daring pada Rabu, 9 September 2026.
Mulianto menambahkan, untuk menjaga kinerja keberlanjutan, perseroan akan terus memperkuat disiplin biaya, meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional, serta mengoptimalkan portofolio aset dan pasar.
Menopang rencana pengembangan operasional tersebut, ITMG mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 50 juta untuk keseluruhan tahun 2026.
Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah merealisasikan capex sebesar USD 21 juta.
Direktur ITMG, Yulius Kurniawan Gozali, memaparkan penggunaan belanja modal pada paruh pertama tahun ini dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur pendukung operasional.
“Untuk actual dari Januari sampai dengan Juni, perusahaan telah membelanjakan modal sebesar USD 21 juta, yang mana ini sebenarnya digunakan untuk kebutuhan ekspansi daripada pelabuhan untuk menyokong kenaikan produksi perusahaan di masa yang mendatang,” jelas Yulius.
Selain memperkuat bisnis inti tambang batu bara, ITMG mengklaim terus mengakselerasi portofolio energi baru terbarukanHingga kuartal II 2026, total kapasitas terkontrak kumulatif proyek energi terbarukan berbasis tenaga surya mencapai 152 MWp, dengan kapasitas yang telah beroperasi sebesar 86 MWp—meningkat 12 persen secara kuartalan dan tumbuh lebih dari dua kali lipat secara tahunan.
Mulianto menegaskan bahwa transformasi ITMG tidak hanya diarahkan pada pengembangan bisnis baru, tetapi juga memastikan pertumbuhan berjalan seimbang dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Komitmen tersebut tecermin dari pencapaian ESG perseroan di tingkat global. FTSE Russell menempatkan ITMG di peringkat kedua di antara perusahaan batu bara global, S&P Global di peringkat ketiga, dan Sustainalytics di peringkat keempat.
Di bidang lingkungan dan sosial, ITMG mencatatkan pembangunan dua arboretum di area Indominco Mandiri seluas 70 hektare, rehabilitasi daerah aliran sungaiMenoreh seluas 250 hektare dengan tingkat keberhasilan 97,5 persen, serta transplantasi 2.336 fragmen karang di empat lokasi pesisir Kalimantan Timur.
Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat telah menjangkau 53 desa melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.