Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 28 September 2026, ENRG menawarkan sebanyak 13,28 miliar saham baru Seri B dengan nilai Rp100 per saham.
Sebagai informasi, angka ini setara mewakili 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV.
Manajemen ENRG menetapkan harga pelaksanaan rights issue ini sebesar Rp310 per saham.
“Setiap pemegang dua saham lama yang tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB memiliki satu HMETD, di mana setiap pemegang satu HMETD berhak untuk membeli sebanyak satu saham baru,” tulis manajemen.
Berdasarkan Surat PT Shima Global Kapital, selaku pengendali ENRG dengan jumlah kepemilikan 17,55 persen menyatakan tidak melaksanakan HMETD dan akan mengalihkan seluruhnya kepada PT Bakrie Kalila Investmentyang merupakan pihak terafiliasi dari Shima.
BKI menyatakan bakal melaksanakan seluruh HMETD dengan jumlah 2,80 miliar saham di harga pelaksanaan Rp310 dengan nilai sebesar Rp869,28 miliar.
Sedangkan, PT Bakrie Capital Indonesiayang menguasai 4,18 persen saham perseroan berkomitmen melaksanakan 554,78 juta HMETD senilai Rp171,98 miliar.
“BKI dan BCI selaku pemegang saham perseroan dan pihak terafiliasi perseroan akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil atau membeli seluruh sisa saham baru tersebut pada harga pelaksanaan sebesar Rp310 dalam jumlah sebanyak-banyaknya 9,23 miliar HMETD,” ujar manajemen ENRG.
Adapaun seluruh dana hasil aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan disalurkan sebagai pinjaman kepada sejumlah entitas anak usaha.
Porsi terbesar sekitar 54,83 persen, dialokasikan kepada EMP Bentu untuk pengeboran sembilan sumur pengembangan di Lapangan CEN dan Segat serta pembangunan fasilitas pipa penyaluran gas.
Kedua, sekitar 16,13 persen disalurkan kepada EMP Inc untuk menggarap pipa gas dan modal kerja, serta 13,49 persen disalurkan kepada ITA untuk proyek Pilot Enhanced Oil Recovery di Lapangan Melibur, pengeboran empat sumur pengembangan di Lapangan MSTB, dan peremajaan fasilitas pipa.
Sisa dana lainnya disalurkan ke EMP ER, BSSL, EMP EG, dan ENI
Terkait jadwal, tanggal cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Oktober 2026, sedangkan ex HMETD jatuh pada 5 Oktober 2026.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD ditetapkan pada 8 hingga 21 Oktober 2026, dan tanggal pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Saham Ditutup Menguat
Saham ENRG ditutup menguat sebesar 2,26 persen atau naik 30 poin ke level Rp1.355 pada perdagangan harian Senin, 28 September 2026.
Menghimpun data perdagangan di aplikasi Stockbit, saham ENRG dibuka di level Rp1.335, lebih tinggi dibanding harga penutupan sebelumnya di level Rp1.325 per saham.
ENRG bergerak pada rentang harga terendah Rp1.325 hingga menyentuh batas tertinggi di level Rp1.385 per saham sepanjang hari ini.
Adapun, volume perdagangan ENRG hari ini mencapai 877,46 ribu lot dan nilai transaksi sebesar Rp118,77 miliar. Seluruh transaksi saham ini dilakukan pada harga rata-rata Rp1.354 per saham.
Di sisi lain, konsensus enam analis seluruhnya merekomendasikan beli untuk saham ENRG tanpa ada opsi pertahankan maupun jual.
Konsensus analis di Stockbit menetapkan target harga rata-rata saham ENRG berada di level Rp1.630 per saham.
Estimasi proyeksi harga tertinggi dipatok mencapai Rp1.870 per saham, sedangkan estimasi harga terendah berada di level Rp1.390 per saham.
Adapun posisi harga penutupan saat ini di level Rp1.355 per saham tercatat masih berada di bawah estimasi terendah konsensus analis tersebut.
Di sisi lain, saham ENRG mengalami penguatan dalam rentang seminggu terakhir sebesar 6,27 persen dengan kisaran pergerakan Rp1.200 sampai Rp1.375 per saham.
Tak hanya itu, saham ini juga berkutat di zona hijau dalam sebulan terakhir usai menguat 8,84 persen, berada di antara level terendah Rp1.200 dan level tertinggi Rp1.555 per saham.
Catatan penguatan semakin solid dalam tiga bulan terakhir setelah ENRG melonjak 30,29 persen dengan pergerakan harga di posisi Rp955 hingga Rp1.610 per saham.
Akan tetapi, ENRG membukukan pelemahan untuk rentang waktu enam bulan sebesar 16,10 persen, bergerak di antara Rp955 hingga Rp2.130 per saham.
Secara tahun berjalan, saham ini juga melorot 15,31 persen dengan batas pergerakan Rp955 sampai Rp2.420 per saham.
Namun, kinerja ENRG memperlihatkan tren positif dalam jangka panjang. Selama periode satu tahun terakhir, harga saham ini naik hingga 63,25 persen di rentang harga Rp790 hingga Rp2.420 per saham.
Lonjakan lebih tajam terjadj pada dalam tiga tahun terakhir dengan catatan 387,41 persen dari level terendah Rp148 per saham.
Sedangkan dalam kurun lima tahun, saham ini memperoleh kenaikan tertinggi hingga 975,40 persen dengan pergerakan dari batas bawah Rp96 menuju level resis tertinggi Rp2.420 per saham.
Adapun dalam jangka 10 tahun, saham ENRG mencetak pertumbuhan sebesar 238,75 persen dari harga terendah Rp50 per saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.