Soal Kuota Tambahan BYAN 15-20 Persen, ESDM: Masih ProsesBYAN Dapat Tambahan Kuota hingga 20 Juta Ton, Asing Masih Jual Rp79,8 Miliar
“Sudah, kalau sekarang sudah,” ujar Tri menanggapi status kelengkapan syarat teknis perseroan.
Terkait besaran alokasi tambahan kuota produksi yang diajukan oleh tiga anak perusahaan di bawah naungan BYAN yang sempat tertunda, Tri memberikan estimasi bahwa total volume yang tengah diproses mencapai belasan hingga puluhan juta ton.
“Angkanya 15-an apa 20 ya? Total untuk tiga perusahaan itu kayaknya.
15 sampai 20Ya sekitar-sekitar itulah,” jelas Tri merinci estimasi alokasi tambahan kuota tersebut.
Mengenai rincian kendala teknis atau variabel matriks yang sempat membuat berkas permohonan BYAN tertahan pada proses evaluasi awal, Tri mengaku tidak memegang rincian data secara detail.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi RKAB mencakup serangkaian kriteria kompleks, mulai dari aspek teknis, finansial, lingkungan, hingga tata kelola komoditas yang diperiksa langsung oleh tim penguji teknis Ditjen Minerba.
“Kalau saya detailnya enggak tahu, tapi beberapa persyaratan untuk RKAB kan ada beberapa persyaratan ya. Nanti tentang matrik-matriknya dan lain-lain, saya detailnya enggak tahu,” tuturnya.
Di sisi lain, Tri secara tegas membantah spekulasi dan isu yang menyebutkan bahwa penundaan evaluasi berkas tiga anak usaha BYAN di masa lalu dipicu oleh persoalan sensitif atau tekanan pihak tertentu.
Pemerintah, kata dia, memastikan seluruh proses penilaian dokumen pengajuan RKAB diproses secara transparan dan murni berbasis kepatuhan regulasi teknis.
“Kemarin kan yang belum kan tiga. Sebetulnya enggak ada isu yang sensitif, tapi terus kemudian menghubung-hubungkan pembelian saham lah dan lain sebagainya, saya enggak inilah,” tegas Tri menepis spekulasi pasar.
Saat ini, kementeriannya terus menyelesaikan sisa evaluasi RKAB pelaku usaha tambang yang belum lengkap, sembari memastikan proses penataan produksi batu bara nasional tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.