FER menjadi ruang dialog strategis bagi para pemangku kepentinganuntuk merumuskan kebijakan serta solusi konkret terkait pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan kawasan timur Indonesia.
Mengusung tema “Ekoteologi: Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Ekoteologi”, forum ini menjadi wadah pertemuan antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat dalam memadukan kesadaran spiritual, wawasan ilmiah, dan aksi nyata dalam tata kelola lingkungan hidup.
FER Sulawesi Kendari dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di wilayah kaya sumber daya alam.
Sebagai salah satu pusat pertambangan nikel utama di Indonesia, Sulawesi Tenggara memegang peran vital dengan cadangan bijih nikel mencapai 1,68 miliar ton dan sumber daya sebesar 6,26 miliar ton.
Pusat pengolahan nikel terintegrasi yang tersebar di wilayah Pomalaa, Morosi, dan Konawe pada area seluas 198.624,66 km² telah menjadikan Sultra sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan industri logam dasar nasional.
Namun di sisi lain, wilayah ini menghadapi tantangan ekologis seperti rekor deforestasi sebesar 3.565,8 hektare serta dampak limpasan sedimenke wilayah pesisir.
Lebih lanjut, forum tersebut diselenggarakan oleh Kabar Grup Indonesiadan AMSI Sultra. Kegiatan ini menghadirkan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H.
Nasaruddin Umar, MA., sebagai keynote speaker, serta sejumlah tokoh nasional, daerah, dan pelaku usaha pertambangan sebagai strategic speakers dan panelis, antara lain Dr. Ir.
Dadan Kusdiana, M.Sc., selaku Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Andi Sumangerukka, S.E., M.M., selaku Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir.
H. Hugua, M.Ling., selaku Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Upi Asmaradhana selaku CEO KGI, dan Prof. Dr. H. Husain Insawan. M.Ag., selaku Rektor UIN Kendari.
FER Sulawesi Kendari 2026 juga akan menghadirkan sejumlah narasumber dalam sesi panel discussion.
Mereka di antaranya Anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Bupati Buton Selatan, HIPMI Sulawesi Tenggara, Praktisi Industri Pertambangan, Dirut PT Telkom IndonesiaTbk, Dirut PT Vale Indonesia Tbk, dan Dirut PT Indonesia Huabao Industrial Park
Rangkaian forum dialektis ini terbagi ke dalam dua sesi diskusi yang menghadirkan perspektif komprehensif dari jajaran pemangku kepentingan.
Pada Diskusi I, pembahasan berfokus pada penguatan fondasi kebijakan lokal, ekonomi regional, serta keterlibatan dunia usaha dan media. Sesi ini menghadirkan Wali Kota Kendari dr.
Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., pakar ekonomi Abdul Rahman Farisi, SE., MSE., Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, Direktur HRD PT Trio Kencana Syahrir, serta dosen dan praktisi media Dr. Mahdar, S.S., M.A.P., M.I.Kom.
Melengkapi perspektif tersebut, Diskusi II memperluas cakupan pembahasan pada dimensi sosiologis, regulasi nasional, hingga instrumen moneter dan literasi masyarakat. Sesi ini diisi oleh Bupati Buton Selatan H.
Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., pakar sosiologi Universitas Hasanuddin Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara periode 2024–2029 H.
La Ode Umar Bonte, S.H., M.H., serta dosen dan pegiat literasi Dr. Rivi Handayani S.S, M.Si.
Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi gagasan, tetapi juga pijakan aksi nyata dalam mentransformasikan nilai-nilai spiritual dan keagamaan menjadi gerakan kelestarian lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui terselenggaranya forum ini, besar harapan agar Sulawesi Tenggara semakin meneguhkan posisinya sebagai pelopor simpul gerakan ekoteologi dan pengelolaan sumber daya alam berkeadaban di kawasan timur Indonesia, dan Indonesia sebagai percontohan global dalam mengintegrasikan nilai keimanan, kearifan lokal, dan kebijakan publik demi menjaga keberlanjutan bumi.
Sinergitas Lintas Sektor FER Sulawesi Kendari
Penyelenggaraan agenda ini tidak terlepas dari dukungan penuh serta kolaborasi erat berbagai pihak meliputi Kementerian Agama RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, serta UIN Kendari.
Selain itu juga acara ini disorong oleh Bank Indonesia, Athaya, Asosiasi Media Siber IndonesiaSulawesi Tenggara, PT Trio Kencana, Kaukus Timur Indonesia, serta HIPMI Sulawesi Tenggara.
Mengenal Forum Ekonomi Regional
Sebagai informasi tambahan, FER Sulawesi Kendari 2026 merupakan rangkaian dari FER Kalimantan di Pontianak yang digelar pada Oktober 2025, FER Indonesia Timur di Makassar pada 24 Desember 2025, FER Jakarta pada awal 2026, FER Sumatera di Palembang pada 20 April 2026, FER Jawa di Yogyakarta pada 4 Juni 2026, dan FER Jawa Barat pada 23 Juni 2026.
Masing-masing dialog dalam forum ekonomi regional tersebut memiliki tema spesifik.
Secara berurutan yakni penguatan konektivitas ekonomi dan potensi investasi lintas wilayah di kawasan Borneo; kapitalisasi ekonomi biru, potensi kelautan, dan Transmigrasi 4.0 sebagai pilar kekuatan ekonomi Indonesia Timur; penguatan pusat pertumbuhan dan keuangan di kawasan megapolitan Jakarta; pengembangan ekosistem dan industri halal berbasis ekonomi syariah di Sumatera; penguatan kebijakan wajib halal dan literasi keuangan syariah di Jawa; serta pembangunan ekonomi digital yang berbasis pada budaya, kearifan lokal, dan pengembangan Kawasan Rebana di Jawa Barat.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.