Harga Daging Sapi tak Kunjung Turun, Impor Baru 43 Persen

Investasi EBT Masih Landai, Kapasitas Terpasang RI Baru 16,32 GWBunga Murah tak Cukup, METI Minta Kepastian Regulasi untuk Biayai Proyek EBT

Pemerintah juga dinilai tidak cukup hanya meminta pelaku usaha mempercepat impor. Jika terdapat hambatan administratif maupun persoalan lain dalam proses importasi, pemerintah perlu membantu mencarikan penyelesaian.

“Jika terdapat hambatan dalam proses importasi, pemerintah perlu membantu para pengusaha mengatasi masalah tersebut,” tulis Akademika.

Menurut Akademika, percepatan realisasi impor diharapkan dapat meningkatkan pasokan daging sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih terkendali.

Selain mempercepat impor daging sapi, pemerintah juga didorong mempertimbangkan impor daging kerbau sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan.

Daging kerbau dinilai memiliki harga yang lebih murah dibandingkan daging sapi. Karena itu, pasokan daging kerbau dapat diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan yang membutuhkan bahan baku daging.

Penggunaan daging kerbau sebagai substitusi daging sapi dinilai dapat mengurangi tekanan permintaan terhadap daging sapi di pasar.

“Impor daging kerbau ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan daging sebagai penggantidaging sapi,” tulis Akademika.

Dari sisi permintaan, penggunaan bahan baku alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan industri pengolahan terhadap daging sapi.

Dengan berkurangnya tekanan permintaan, harga daging sapi di pasar diharapkan ikut lebih terkendali.

“Dari sisi permintaan, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan di pasar dan pada gilirannya dapat menurunkan harga daging sapi,” tulis Akademika.

Akademika pada akhirnya menilai persoalan harga daging sapi tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan subsidi.

Pemerintah perlu membenahi tata kelola pasokan, khususnya memastikan kuota impor yang telah diberikan dapat benar-benar direalisasikan sesuai kebutuhan pasar.

Harga daging sapi yang mencapai Rp143.343 per kilogram pada akhir Agustus masih Rp3.343 di atas HAP.

Pada saat yang sama, realisasi impor yang baru mencapai 43 persen menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pasokan dan realisasi impor.

Jika hambatan impor dapat segera diselesaikan dan pasokan daging bertambah, tekanan harga diharapkan dapat berkurang tanpa harus menambah beban anggaran pemerintah melalui subsidi.

Selain itu, opsi daging kerbau untuk industri pengolahan dapat digunakan sebagai langkah substitusi untuk mengurangi tekanan permintaan terhadap daging sapi.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.