Masyarakat Energi Terbarukan Indonesiamendorong pemerintah untuk segera menerbitkan peta jalaneksekusi yang komprehensif, mencakup penentuan lokasi prioritas hingga penyederhanaan Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement
Ketua Umum METI, Norman Ginting, mengungkapkan bahwa megaproyek PLTS 100 GWp berpotensi menarik modal dalam jumlah sangat fantastis ke dalam negeri.
“Presiden baru saja meluncurkan program PLTS 100 GWp dan kini akan mengawali bersama karena program ini berpotensi besar bagi masyarakat dan investasi negara.
METI menyusun estimasi besaran sehingga kita estimasi secara total investasi yang dihasilkan berkisar Rp960 triliun sampai Rp1.440 triliun.
Angka ini belum termasuk ekosistem pendukung termasuk penyimpanan jaringan,” ujar Norman saat memberikan sambutan dalam forum Indonesia EBTKE ConEx 2026, pada Rabu, 2 September 2026.
Norman menegaskan bahwa kunci utama agar investasi raksasa tersebut terealisasi terletak pada hadirnya peta jalan eksekusi yang terpadu dan siap pakai.
Pemerintah dituntut merinci pemetaan teknis di lapangan agar para pengembang dan investor mendapatkan kepastian dalam mengeksekusi lahan serta jaringan.
“Kami mengharapkan ada keluaran utama berupa peta jalan eksekusi PLTS 100 GWp yang terpadu.
Peta jalan ini harus memuat tahapan proyek, lokasi prioritas, kesiapan jaringan, kebutuhan battery energy storage, pembagian peran pusat dan daerah, serta proses pengadaan dan PPA yang sederhana dan bankable,” tegas Norman.
Selain PLTS, METI menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rantai sektor energi terbarukan yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik2025–2034.
Sektor biofuel seperti bioetanol E20 dan biodiesel B50 menjadi fokus pengawasan guna memperdalam program hilirisasi industri kelapa sawit dan komoditas pertanian nasional.
“PLTS bukan satu-satunya, kami mengawal seluruh sektor energi terbarukan. Salah satunya adalah E20 yang membutuhkan sekitar 4 juta kiloliteretanol dari 30 sampai 50 fasilitas, serta B50 yang memperdalam hilirisasi sawit.
Kami juga mengawal waste to energy, green hydrogen berbasis biomassa, biogas, geothermal, hidro, dan angin,” bebernya.
Program transisi energi terpadu tersebut juga ditargetkan mampu memperdagangkan 100 juta ton ekuivalen karbon melalui komersialisasi pasar ekonomi karbon.
Pengembangan ekosistem energi bersih ini diproyeksikan membuka jutaan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal di berbagai wilayah.
“Keterlibatan perbankan, Danantara, dan pengelola ekonomi karbon di Indonesia EBTKE ConEx 2026 ini bukan hanya sekadar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
Target ini kita dorong agar bisa menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan pekerjaan,” jelas Norman.
Norman menggarisbawahi bahwa penambahan kapasitas pembangkit EBT harus berjalan sejajar dengan modernisasi infrastruktur penyaluran listrik antarpulau.
Penguatan jaringan transmisi dan pengadopsian teknologi jaringan pintarmenjadi syarat mutlak agar listrik EBT dapat diserap secara optimal oleh industri.
“Sistem energi yang tangguh membutuhkan penambahan pembangkit yang berjalan bersamaan dengan penguatan di sektor transmisi terintegrasi antarpulau, battery energy storage, dan smart grid,” imbuhnya.
METI menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang siap menjembatani regulasi dengan kebutuhan teknis para pelaku industri energi terbarukan.
Organisasi ini akan terus mengumpulkan masukan dari pengembang serta mempertemukan pemilik proyek dengan penyedia teknologi dan lembaga pembiayaan.
“Indonesia punya sumber dayanya, punya pasarnya, punya resource, dan manusianya. Yang kita percepat sekarang adalah membuktikan potensi menjadi proyek yang siap dieksekusi secara disiplin.
Transisi energi tidak boleh berhenti sebagai target di atas kertas,” pungkas Norman.
Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya100 gigawatt peaksekaligus melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Presiden menegaskan bahwa program tersebut merupakan langkah besar dalam pembangunan energi nasional.
Kapasitas PLTS yang akan dibangun mencapai 100 GWp, sementara kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini berada pada kisaran 88 gigawatt.
“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari panas bumi, semua itu 88 gigawatt. Kita akan membangun 100 gigawatt!” ujar Presiden.
Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap. Pada Tahap I, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas sebesar 17 GWp.
Pada tahap awal tersebut, terdapat 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.216 MWp yang berada dalam berbagai tahapan, mulai dari pembangunan, groundbreaking, peresmian, hingga persiapan tender.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah serius merealisasikan program tersebut dan menargetkan pembangunan kapasitas PLTS nasional sebesar 100 GWp dalam waktu tiga tahun.
“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegas Presiden.
Program PLTS 100 GWp dikembangkan melalui berbagai skema, antara lain PLTS ground mounted, PLTS atap, dan PLTS terapung.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Peluncuran program tersebut menandai dimulainya langkah besar pemerintah dalam membangun kapasitas energi surya nasional secara masif dan bertahap.
“Karena itu tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM sekian penghematan, sekian dan semua saya nggak akan ulangi. Ya, supaya pidato jangan terlalu lama,” ujar Presiden.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.