Harga Emas Ambruk ke Level Terendah Dua Bulan

Emas Antam Turun ke Rp2,597 Juta, Sebelum Beli Simak Analisis iniHarga Emas Global Tertekan Yield Treasury, Antam Turun Rp33.000

Namun, emas belum sepenuhnya kehilangan penopangnya. Bank sentral China justru meningkatkan pembelian emas pada September dan memperpanjang aksi borong tersebut menjadi 23 bulan berturut-turut, berdasarkan data resmi.

Grant menilai pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi faktor utama yang menopang harga.

“Permintaan resmi dari bank sentral merupakan faktor pendukung utama.

Saya pikir kita mungkin akan melihat satu kali lagi pengujian ke bawah, mungkin hingga USD4.000, kemudian pemulihan menjelang akhir tahun dengan potensi mencapai USD4.400,” ujarnya.

Jika skenario tersebut terjadi, harga USD4.000 setara sekitar Rp71,60 juta per troy ounce, sedangkan USD4.400 setara sekitar Rp78,76 juta per troy ounce.

Jadi, emas saat ini sedang menghadapi dua kekuatan yang saling tarik-menarik. Di satu sisi ada dolar AS dan imbal hasil Treasury yang membuat logam mulia kehilangan pesona.

Di sisi lain ada bank-bank sentral yang masih rajin menambah simpanan emas.

Logam mulia pun untuk sementara harus menerima kenyataan pahit.

Setelah lama bertingkah seperti aset yang selalu punya tempat ketika pasar sedang gelisah, emas kini harus berhadapan dengan aset berbunga yang sedang kembali dipoles oleh ekspektasi suku bunga tinggi.

Sementara itu, harga perak spot turun 3 persen menjadi USD59,86 per ounce atau sekitar Rp1,07 juta.

Platinum melemah 3,9 persen menjadi USD1.635,04 per ounce atau sekitar Rp29,27 juta, sedangkan palladium turun 4 persen menjadi USD1.125,70 per ounce atau sekitar Rp20,15 juta.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.