BDx Jatiluhur Disetop Dedi Mulyadi, IESR Minta Pemerintah Perketat Standar Hijau Data Center
BIPI
Danantara Pangkas Pelindo Jadi 24 Perusahaan, Model Bisnis Diubah
MNC Sekuritas memperkirakan HRTA berada pada awal wavedari wave .
Bagi investor yang tidak terbiasa dengan istilah Elliott Wave, sederhananya analisis ini menunjukkan HRTA sedang berada dalam fase pergerakan korektif yang masih membuka peluang terjadinya rebound apabila level teknikal tertentu mampu dipertahankan.
“HRTA terkoreksi 1,83 persen ke 2,150 dan didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA20,” ujar Herditya.
Area 2.110-2.130 menjadi wilayah yang menarik diperhatikan. MNC Sekuritas melihat potensi pergerakan menuju 2.250 dan 2.300.
Sementara itu, penurunan di bawah 2.080 menjadi batas risiko dalam skenario tersebut.
TLKM
Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, TLKM justru menguat 1,32 persen ke level 2.310. Penguatan tersebut juga disertai peningkatan volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi TLKM berada pada bagian dari wavedari wave .
Artinya, kenaikan yang terjadi saat ini dibaca sebagai bagian dari struktur gelombang yang masih berkembang, sehingga investor perlu melihat apakah penguatan tersebut dapat berlanjut dan membawa harga menuju target berikutnya.
“TLKM menguat 1,32 persen ke 2,310 disertai oleh munculnya volume pembelian,” kata Herditya.
Area 2.250-2.310 menjadi rentang yang menarik diperhatikan apabila terjadi pelemahan harga. Dari area tersebut, TLKM diproyeksikan memiliki target 2.400 dan 2.460. Adapun level 2.200 menjadi batas risiko.
Dari empat saham tersebut, TLKM menjadi salah satu yang memiliki sinyal perdagangan relatif berbeda karena penguatan terakhir didukung volume pembelian.
Sementara BIPI, DEWA, dan HRTA masih berada dalam tekanan koreksi sehingga pergerakan harga di area yang telah ditentukan menjadi kunci.
Secara keseluruhan, MNC Sekuritas masih melihat ruang bagi IHSG untuk menguat, tetapi indeks perlu melewati fase koreksi terlebih dahulu.
Area 6.118-6.141 menjadi level yang penting untuk dicermati pada perdagangan hari ini, sementara kemampuan IHSG kembali menuju 6.227-6.231 akan menjadi indikasi awal apakah tekanan jual mulai mereda.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.