Emas Antam Turun Rp1.000, Segini Harga BelinyaRencana Investasi Raksasa Aluminium Rusia di Kalimantan belum Berizin, ini Kata ESDM
Tekanan berlanjut menjelang akhir pekan. Pada Kamis, 24 September, harga emas Antam turun sekitar Rp25.000 menjadi Rp2.605.000 per gram. Harga tersebut kemudian bertahan pada Jumat, 25 September.
Dengan demikian, dibandingkan posisi awal pekan sebesar Rp2.638.000, harga emas Antam pada Jumat berada Rp33.000 lebih rendah atau sekitar 1,25 persen. Pergerakan ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di pasar emas global.
Harga perak batangan Antam juga mengalami penyesuaian. Pada Senin, 21 September, harga perak batangan ukuran 250 gram berada di sekitar Rp11.487.500.
Sementara ukuran 500 gram berada pada kisaran Rp22.050.000 hingga Rp24.336.750, termasuk PPN 11 persen untuk jenis tertentu.
Memasuki 24-25 September, harga perak Antam kembali mengalami penyesuaian tipis mengikuti perkembangan harga perak global dan pembaruan harga domestik.
Pergerakan emas pada akhir pekan memperlihatkan hubungan yang kuat antara pasar logam mulia dengan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Harga emas memang masih mendapatkan dukungan dari ketidakpastian geopolitik, tetapi pada saat yang sama harus menghadapi tekanan dari yield Treasury yang tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga, serta risiko inflasi dari energi.
Di dalam negeri, kondisi tersebut tercermin pada penurunan harga emas Antam sepanjang pekan. Setelah terkoreksi pada awal dan pertengahan pekan, harga emas Antam kemudian relatif stabil pada posisi Rp2.605.000 per gram hingga Jumat.
Dengan perkembangan tersebut, arah emas pada perdagangan berikutnya akan tetap berkaitan dengan pergerakan yield Treasury, ekspektasi suku bunga Federal Reserve, harga minyak, serta perkembangan geopolitik.
Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi harga emas global dan kemudian tercermin dalam penyesuaian harga emas batangan di pasar domestik.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.