Penguatan ini ditopang penguatan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan
Microsoft, Qualcomm, Dell Technologies, dan Akamai Technologies menjadi sejumlah saham yang mencatat kenaikan signifikan dan membantu menopang indeks di tengah tekanan harga minyak serta kenaikan imbal hasil US Treasury.
Indeks S&P 500 naik 0,51 persen menjadi 7.743,41. Nasdaq Composite menguat 0,48 persen ke 27.068,72, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,93 persen ke 51.828,62.
Kenaikan tersebut menutup pekan yang berlangsung volatil. Sepanjang pekan, S&P 500 naik 1,2 persen, sementara Nasdaq bertambah 2 persen.
Nasdaq juga sempat mencatat rekor penutupan pada awal pekan, ketika saham-saham teknologi kembali mendapat aliran minat setelah tekanan sebelumnya akibat kekhawatiran mengenai valuasi dan prospek investasi AI.
Sektor Teknologi Melonjak 0,91 Persen
Pergerakan pasar pada Jumat terutama ditopang sektor teknologi informasi yang naik 0,91 persen. Sektor industri menyusul dengan kenaikan 0,6 persen.
Secara keseluruhan, tujuh dari 11 sektor dalam S&P 500 berakhir di zona hijau.
Microsoft menjadi salah satu penggerak utama setelah sahamnya naik 3,7 persen.
Penguatan tersebut terjadi setelah perusahaan memperkenalkan sejumlah kemampuan baru pada aplikasi Copilot, termasuk perangkat pemrograman dan agen AI yang dapat bekerja secara berkelanjutan.
Saham Microsoft mencatat penguatan sekitar 7 persen sepanjang 2026.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan produk AI masih menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor ketika menilai prospek perusahaan teknologi besar.
Qualcomm juga menguat 4 persen, sedangkan Dell Technologies naik 5 persen. Keduanya mendapat sentimen positif dari meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi yang berkaitan dengan perkembangan AI.
Akamai Technologies turut menjadi perhatian setelah mengumumkan kesepakatan layanan cloud senilai USD11,6 miliar dengan Anthropic. Kesepakatan tersebut mencakup waran yang dapat memberikan Anthropic kepemilikan hingga 5 persen saham Akamai.
Transaksi itu menjadi salah satu contoh bagaimana ekspansi AI mendorong terbentuknya hubungan bisnis baru di antara perusahaan teknologi, penyedia infrastruktur, dan pengembang model AI.
Namun, Meta Platforms bergerak berlawanan. Saham perusahaan tersebut turun 3,3 persen pada Jumat, meskipun sepanjang pekan masih mencatat kenaikan sekitar 13 persen.
Pergerakan Meta sebelumnya mendapat dukungan dari respons positif terhadap agen AI Muse.
Perhatian terhadap AI juga tercermin dalam ekspektasi laba perusahaan. Data LSEG menunjukkan S&P 500 diperdagangkan sekitar 19 kali estimasi laba ke depan pada pekan tersebut, menjadi level valuasi terendah sejak 2023.
Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan besar yang terkait dengan AI menjadi salah satu sumber utama kenaikan ekspektasi laba.
Yield Treasury dan Harga Minyak Jadi Tekanan
Namun, penguatan saham belum menghilangkan tekanan dari pasar obligasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun dan terakhir berada di sekitar 5,196 persen, setelah naik 3,4 basis poin.
Kenaikan yield menjadi perhatian karena meningkatkan biaya pendanaan dan dapat memengaruhi valuasi saham, terutama perusahaan yang memiliki ekspektasi pertumbuhan laba dalam jangka panjang.
Pasar juga menghadapi tekanan dari harga minyak yang masih berada di atas USD100 per barel untuk Brent.
Harga minyak yang tinggi menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve juga meningkat.
Data CME Group FedWatch menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Oktober mencapai 66 persen, naik dari sekitar 50 persen pada awal pekan.
Perubahan ekspektasi tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap data ekonomi dan perkembangan inflasi.
Kenaikan yield Treasury dan ekspektasi suku bunga menjadi dua faktor yang berjalan berlawanan dengan sentimen positif dari saham teknologi.
Perkembangan geopolitik turut mempengaruhi perdagangan. Laporan mengenai pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kemungkinan jalur bertahap untuk mengakhiri konflik memberikan ruang bagi perbaikan sentimen.
Salah satu bagian pembahasan yang menjadi perhatian pasar adalah kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran serta pelonggaran blokade ekonomi oleh Amerika Serikat.
Harga minyak menjadi indikator penting dalam perkembangan tersebut karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global.
Setiap perubahan terhadap risiko gangguan pasokan dapat langsung tercermin pada harga minyak dan kemudian memengaruhi ekspektasi inflasi serta kebijakan moneter.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China juga menjadi perhatian pasar setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana diplomasi bilateral, sementara investor tetap mencermati dampaknya terhadap perdagangan dan sektor teknologi.
Di luar saham teknologi besar, People Inc. menjadi salah satu saham yang mencatat kenaikan paling tinggi.
Saham penerbit majalah tersebut melonjak 11 persen setelah muncul laporan mengenai pembicaraan MGM Resorts International untuk mengajukan penawaran terhadap perusahaan.
Aktivitas perdagangan secara keseluruhan relatif ringan. Volume transaksi di bursa Amerika mencapai sekitar 14,9 miliar saham, di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya sebesar 16,8 miliar saham.
Di dalam S&P 500, saham yang menguat berbanding saham yang turun sekitar 1,9 banding 1.
Meskipun indeks utama menguat, breadth pasar menunjukkan bahwa kenaikan belum sepenuhnya merata. S&P 500 mencatat tiga saham yang mencapai level tertinggi baru dan 31 saham mencatat level terendah baru.
Di Nasdaq, terdapat 54 saham yang mencetak level tbuaertinggi baru, sementara 175 saham mencatat level terendah baru.
Saham-saham berbasis AI kembali menjadi sumber dukungan bagi indeks, sementara kenaikan yield Treasury, harga minyak yang masih tinggi, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tetap menjadi faktor yang diperhatikan investor.
Pergerakan Wall Street pada akhir pekan memperlihatkan bahwa sentimen terhadap AI masih kuat, tetapi pasar tetap merespons perkembangan suku bunga, obligasi, energi, dan geopolitik secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat pergerakan indeks tetap sensitif terhadap perubahan data ekonomi dan perkembangan global pada pekan berikutnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.