Harga Emas Melonjak 2,3 Persen! Logam Kuning AS Tembus Rekor USD4.539

Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga apabila tekanan inflasi terus mereda menjadi salah satu pemicu penguatan logam mulia.

Harga emas spot naik 2,3 persen menjadi USD4.488,54 per ons pada pukul 01.04 WIB, Jumat, 4 September 2026.

Harga tersebut sekaligus membawa emas ke level tertinggi sejak 28 Agustus setelah sempat menyentuh posisi tersebut pada awal perdagangan.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup lebih tinggi dengan kenaikan 2,8 persen menjadi USD4.539,90 per ons.

Penguatan tersebut terjadi sehari setelah harga emas sempat tertekan ke level terendah sejak 7 Agustus.

Pada Rabu, emas kemudian berbalik menguat lebih dari 1 persen seiring melemahnya dolar AS dan imbal hasil US Treasury dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Waller Ubah Ekspektasi Pasar

Pergerakan emas kali ini terutama berkaitan dengan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi tekanan inflasi terus mereda.

Pernyataan tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa The Fed akan mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat pada pertemuan 15-16 September.

Pasar kemudian menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga menjadi sekitar 54 persen, dari sekitar 62 persen sebelum pernyataan Waller.

Selain suku bunga dan yield obligasi, pergerakan dolar AS menjadi faktor lain yang mendukung kenaikan emas.

Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Dolar AS atau DXY mundur dari level tertinggi hampir tiga pekan.

Emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS sehingga pelemahan greenback membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kombinasi antara penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga, turunnya yield Treasury, dan pelemahan dolar menjadi faktor yang mendorong penguatan harga emas secara bersamaan.

Namun, arah harga emas selanjutnya masih akan sangat bergantung pada data ekonomi AS. Pernyataan Waller sendiri tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tetap bergantung pada perkembangan data, khususnya mengenai tekanan inflasi.

Data Tenaga Kerja Menjadi Perhatian Berikutnya

Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls AS yang dijadwalkan dirilis Jumat.

Data pasar tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan moneter.

Data yang menunjukkan perubahan kondisi tenaga kerja dapat memengaruhi ekspektasi terhadap suku bunga, kemudian berdampak pada yield Treasury, dolar AS, dan harga emas.

Setelah laporan tenaga kerja, perhatian pasar akan beralih ke data inflasi AS. Indeks Harga Konsumendan Indeks Harga Produsendijadwalkan dirilis pada pekan berikutnya.

Data tersebut menjadi penting karena keputusan The Fed untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga akan bergantung pada perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot naik 2,8 persen menjadi USD67,13 per ons.

Platinum bahkan melonjak 4,2 persen menjadi USD1.830,28 per ons, sedangkan paladium meningkat 5,9 persen menjadi USD1.426,75 per ons.

Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan terjadi secara luas di pasar logam mulia pada perdagangan Kamis.

Di pasar komoditas lainnya, harga minyak juga bergerak menuju kenaikan untuk hari keempat berturut-turut.

Serangan Amerika terhadap Iran serta kembali munculnya ancaman Israel terhadap Teheran meningkatkan perhatian terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi geopolitik tersebut juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena gangguan pasokan energi dapat memengaruhi harga minyak dan perkembangan inflasi global.

Seberapa Besar Penguatan Emas?

Jika dilihat dari data perdagangan, penguatan emas tergolong signifikan. Emas spot naik 2,3 persen dalam satu sesi, sedangkan kontrak berjangka Desember meningkat 2,8 persen.

Kenaikan tersebut terjadi setelah emas sehari sebelumnya sempat berada di level terendah sejak 7 Agustus.

Artinya, pergerakan emas dalam dua sesi terakhir menunjukkan pembalikan yang cukup besar.

Tekanan jual yang membawa harga ke level terendah tersebut berbalik menjadi penguatan setelah dolar dan yield Treasury melemah serta ekspektasi kenaikan suku bunga Fed menurun.

Meski demikian, penguatan tersebut belum memberikan kepastian mengenai arah kebijakan The Fed. Probabilitas kenaikan suku bunga masih berada di sekitar 54 persen, sehingga kemungkinan kenaikan belum sepenuhnya hilang.

Dengan demikian, kenaikan emas pada perdagangan Kamis terutama didorong perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.

Pernyataan Waller mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga, sementara penurunan yield Treasury dan pelemahan dolar memberikan dukungan tambahan.

Selanjutnya, data non-farm payrolls, CPI, dan PPI akan menjadi indikator penting yang dapat mempengaruhi ekspektasi pasar dan pergerakan harga emas.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.