STOXX 600 Akhiri Tren Negatif: Inilah 3 Pemicu Kebangkitannya!

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 3,19 poin atau 0,49 persen menjadi 649,10. Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks menyentuh level terendah dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.

Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa utama Eropa. DAX Jerman naik 0,63 persen atau 163,99 poin menjadi 26.003,32.

FTSE 100 Inggris bertambah 0,70 persen atau 75,07 poin ke 10.831,52, sedangkan CAC 40 Prancis menguat tipis 0,07 persen atau 5,77 poin menjadi 8.286,40.

Tekanan Obligasi Mulai Mereda

Salah satu faktor yang mendukung pemulihan bursa Eropa adalah berkurangnya tekanan di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah negara-negara zona euro turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pergerakan tersebut memberikan ruang bagi pasar saham setelah aksi jual obligasi global dalam beberapa sesi sebelumnya meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, kenaikan utang pemerintah, dan potensi pengetatan kebijakan moneter.

Tekanan terhadap pasar Eropa sebelumnya juga diperbesar oleh kenaikan harga minyak akibat eskalasi perang Iran. Harga minyak memang turun pada perdagangan Kamis, tetapi masih berada di atas USD95 per barel.

Kondisi itu menjadi perhatian penting bagi kawasan Eropa karena ketergantungan terhadap impor energi membuat kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya energi dan tekanan harga.

Risiko tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor tetap mencermati sikap bank sentral.

Ekspektasi Kebijakan ECB Tetap Menjadi Perhatian

Selain Federal Reserve, investor Eropa juga menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan Bank Sentral EropaSurvei terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor jasa zona euro melambat ke level terendah dalam dua bulan pada Agustus.

Meski demikian, permintaan yang masih solid membuat aktivitas sektor swasta secara keseluruhan tetap stabil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap kebijakan moneter.

Pelaku pasar hampir sepenuhnya memperkirakan ECB menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,5 persen dalam pertemuan kebijakan pekan depan.

Pasar juga memperkirakan terdapat dua kenaikan tambahan masing-masing 25 basis poin hingga pertengahan 2027.

Ekspektasi tersebut membuat perkembangan harga energi menjadi semakin penting. Harga minyak yang tetap tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi dan menjadi pertimbangan bagi ECB dalam menentukan tingkat suku bunga.

Saham Semikonduktor Menjadi Penguat Terbesar

Dari sisi saham, Soitec menjadi salah satu penggerak utama STOXX 600 dengan kenaikan 10,3 persen.

Produsen material semikonduktor asal Prancis tersebut menguat setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan kuartal II 2027 menjadi 50 persen secara tahunan, dari perkiraan sebelumnya sebesar 30 persen.

Kenaikan Soitec memberikan dorongan bagi saham terkait semikonduktor di tengah perdagangan yang secara umum membaik.

Saham periklanan juga mencatat kenaikan. WPP naik 5,6 persen, sedangkan Publicis menguat 4,4 persen.

Keduanya bergerak positif setelah laporan media menyebut Publicis memenangkan kontrak media dari PepsiCo.

Commerzbank turut menjadi perhatian setelah naik 2,3 persen. Penguatan terjadi setelah bank Jerman tersebut mengumumkan program pembelian kembali saham baru dengan nilai hingga USD1,39 miliar.

Deutsche Telekom juga menguat 1,1 persen setelah investor aktivis Elliott membangun kepemilikan saham di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Saham Barang Mewah Justru Tertekan

Tidak seluruh sektor mengikuti penguatan indeks. Saham barang mewah menjadi salah satu pemberat utama pasar Eropa dengan penurunan sekitar 2 persen.

LVMH turun 1,8 persen, sementara Hermes dan Kering masing-masing melemah sekitar 2 persen dan 3 persen. Pergerakan tersebut terjadi ketika investor meningkatkan kehati-hatian terhadap prospek pemulihan industri barang mewah.

Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa penguatan indeks Eropa tidak terjadi secara merata.

Sejumlah saham mendapatkan katalis spesifik dari kinerja perusahaan, aksi korporasi, maupun kontrak baru, sementara sektor lain masih menghadapi tekanan dari perubahan ekspektasi permintaan.

Data AS Menjadi Perhatian Berikutnya

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls AS yang dijadwalkan dirilis Jumat.

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar untuk menilai kondisi pasar tenaga kerja dan kemungkinan arah kebijakan Federal Reserve.

Komentar hawkish dari Chairman Fed Kevin Warsh pada pekan sebelumnya telah meningkatkan spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.

Karena itu, data ketenagakerjaan AS berpotensi memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi, mata uang, dan pasar saham global, termasuk Eropa.

Dengan demikian, penguatan bursa Eropa pada akhir perdagangan Kamis terjadi setelah tekanan selama tiga sesi sebelumnya mulai mereda.

STOXX 600 kembali naik seiring turunnya imbal hasil obligasi zona euro dan melemahnya harga minyak dari level sebelumnya.

Namun, risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga minyak yang masih berada di atas USD95 per barel, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB, serta penantian data ketenagakerjaan AS tetap menjadi faktor yang diperhatikan investor.

Di pasar saham, Soitec, WPP, Publicis, Commerzbank, dan Deutsche Telekom menjadi sejumlah saham yang menguat, sementara saham barang mewah seperti LVMH, Hermes, dan Kering mengalami tekanan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.