Hasil Riset Akademika Center Sebut 10 Bahan Pangan Melampaui HET

Iran Titip Usulan Akhiri Perang kepada Trump Lewat PutinRencana Danantara Beli Saham BEI Masih Terganjal Regulasi

Ia menambahkan, jika penggilingan menjual beras sesuai HET maka mereka akan merugi, sedangkan jika menjual di atas HET akan berhadapan dengan penegak hukum, sehingga memicu kelangkaan beras premium di ritel modern.

Atas kondisi tersebut, Akademika Center menyarankan pemerintah melakukan relaksasi HET beras selama 1 sampai 2 bulan ke depan agar pasokan barang tetap ada di pasar.

Di sisi lain, hasil riset menunjukkan peternak ayam petelur ikut terhimpit dari dua arah.

“Sementara itu, peternak ayam petelur terjepit dari dua sisi. Di pasar output, harga telur ayam rendah, tapi di pasar input mereka harus membeli pakan (jagung, bungkil kedelai atau pakan jadi) dengan harga mahal,” tutur Edy.

Kondisi tersebut membuat harga jual telur di tingkat kandang yang sekitar Rp20.000 per kilogram tidak mampu menutup biaya produksi yang mencapai Rp25.000 per kilogram.

Tanpa intervensi kebijakan yang tepat dari pemerintah, peternak kecil dikhawatirkan gulung tikar, sehingga Akademika Center mendesak pemerintah segera turun tangan membantu peternak kecil di sentra produksi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan luar Jawa.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.