Iran Titip Usulan Akhiri Perang kepada Trump Lewat Putin

Hasil Riset Akademika Center Sebut 10 Bahan Pangan Melampaui HETRencana Danantara Beli Saham BEI Masih Terganjal Regulasi

Rusia sebelumnya melarang ekspor diesel ke pasar global setelah serangan Ukraina terhadap fasilitas pengolahan minyak memaksa Moskow mengamankan pasokan domestik.

Sementara itu, Iran dan sekutu Houthi-nya juga menyerang kilang di Timur Tengah, menambah tekanan terhadap ketersediaan bahan bakar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy langsung mengecam rencana pasokan diesel Rusia tersebut. Ia memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi tanpa komitmen Rusia untuk meredakan perang justru berisiko memperpanjang konflik..

“Hadiah untuk Putin tidak akan membawa perdamaian atau manfaat apa pun bagi dunia yang beradab,” kata Zelenskyy dalam unggahan di media sosial, dikutip dari CNBC, Minggu, 11 Oktober 2026.

“Rusia akan ‘membalas’ pasokan diesel itu dengan teror dan pengkhianatan lebih lanjut. Mengizinkan Rusia menjual produk minyak bumi merupakan investasi dalam perang yang seharusnya diakhiri, bukan diperpanjang,” ujarnya.

Pernyataan Zelenskyy memperlihatkan benturan kepentingan antara kebutuhan menjaga pasokan energi dan upaya menekan kemampuan Rusia membiayai perang.

Bagi Washington, tambahan pasokan diesel berpotensi membantu meredakan tekanan harga bahan bakar. Bagi Kyiv, kesempatan bagi Moskow untuk kembali menjual produk minyak bumi berarti tambahan ruang ekonomi bagi pemerintah Rusia.

Trump sendiri menghadapi tekanan politik domestik untuk menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilihan sela Kongres Amerika Serikat pada November.

Partai Republik menghadapi persaingan ketat di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis konservatif, termasuk Iowa, tempat para petani ikut merasakan dampak mahalnya diesel.

Dengan demikian, kebijakan pasokan diesel Rusia bukan semata urusan perdagangan energi.

Di balik jutaan ton bahan bakar yang dijanjikan, terdapat tarik-menarik antara kepentingan menekan harga di dalam negeri, menjaga pasokan global, dan mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Rusia di tengah perang yang belum menunjukkan jalan keluar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.