HPE Emas Periode I September 2026 Naik, Kemendag Beber Penyebabnya

Terdapat kenaikan HPE emas sebesar 7,87 persen dari periode kedua Agustus 2026 yang senilai USD131.777,67 per kilogram.

Sementara itu, Harga Referensiemas meningkat menjadi sebesar USD4.421,49 per troy ouncedari periode sebelumnya yang senilai USD4.098,75 per t oz.

Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri PerdaganganNomor 1776 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”.

Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1–14 September 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, kenaikan HPE dan HR emas disebabkan meningkatnya harga emas selama periode pengumpulan data yang mencapai 7,87 persen.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan emas di pasar global di tengah pasokan yang relatif terbatas.

“Peningkatan HPE dan HR emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan,” ujar dia dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Faktor lain yang membuat HPE dan HR emas naik meliputi depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta merosotnya imbal hasil obligasi di pasar internasional.

“Di samping itu, wacana pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas,” jelas Tommy.

Menurut Tommy, kondisi tersebut mendorong investor untuk mengalihkan likuiditas ke emas yang dipandang sebagai aset amandi tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Ia menilai dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi.

“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” ujar Tommy.

Tommy menambahkan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralyang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association

Penetapan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

“Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan mempertimbangkan informasi, data, serta masukan teknis dari kementerian dan lembaga terkait,” pungkas Tommy.

Ancaman Kenaikan Bunga The Fed Seret Harga Emas ke Zona Merah

Di sisi lain, Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 31Agustus 2026. Penurunan terjadi di tengah perhatian investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed serta lonjakan harga minyak dunia.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4 persen menjadi USD4.433,19 per ons setelah menyentuh level terendah sejak 19 Agustus sebelumnya.

Meskipun demikian, logam mulia tersebut tetap mencatatkan kinerja bulanan terkuat sejak Januari, dengan harga naik 9,7 persen hingga saat ini.

Sementara itu Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup di level USD4.481,50 atau menyusut sebesar 1,1 persen.

“Alasan terbesar saat ini adalah suku bunga yang lebih tinggi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, yang didorong oleh sektor energi dan pengurangan persediaan minyak,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di Stone X.

Diketahui, harga minyak mentah naik lebih dari dua persen pada Senin, 31 Agustus 2026 setelah Amerika Serikatmenyerang sebuah pulau Iran di Selat Hormuz.

Sementara itu Teheran mengatakan telah melancarkan balasa, yang meningkatkan konflik dari kedua negara.

Di sisi lain dolar AS tetap berada di dekat level tertinggi sekitar dua minggu, sedikit penurunan pada mata uang tersebut membantu membatasi penurunan lebih lanjut.

Harga emas anjlok lebih dari tiga persen pada  Jumat, menandai penurunan harian paling tajam sejak 10 Juni, setelah kepala Fed Kevin Warsh memberi sinyal pada simposium Jackson Hole bahwa para pembuat kebijakan mungkin perlu berbuat lebih banyak jika inflasi tidak kembali mendekati target dua persen.

Menurut CME FedWatch Tool, para pedagang telah menaikkan prediksi mereka terhadap kenaikan suku bunga bulan September menjadi sekitar 64 persen dari sekitar 36 persen sebelum komentar Warsh.

Pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan ADP AS dan data penggajian non-pertanian yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang perekonomian dan suku bunga.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.