ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Telin Dorong AI Masuk ke Jantung Bisnis

Mobil Listrik Suzuki e-Sky Siap Saingi BYD Racco, Cek KeunggulannyaHarga Emas Turun ke USD4.595, Pasar Makin Waspadai Kenaikan Bunga The Fed

Pilar terakhir adalah Collaboration. Sebab, transformasi digital ternyata juga tidak bisa dikerjakan sendirian.

Dalam sesi “No Enterprise Transforms Alone, Building the Enablement Ecosystem”, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine bersama sejumlah pemimpin industri membahas pentingnya sinergi antara perusahaan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem.

“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak.

Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” kata Veranita.

Ia menegaskan transformasi AI tidak selesai hanya dengan membeli atau menggunakan tools.

Perusahaan tetap harus membangun operating model, kapabilitas manusia, tata kelola, dan ekosistem yang membuat AI bisa masuk ke dalam cara perusahaan menjalankan bisnis.

“AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan.

Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan,” ujar Veranita.

Rangkaian forum tersebut juga menghasilkan “State of the Agentic Enterprise in APAC 2026” dan ignitePRO 2026 Closing Commitment.

Keduanya menjadi bagian dari dorongan bersama untuk membangun perusahaan di kawasan Asia Pasifik yang tepercaya, berpusat pada manusia, sekaligus mampu memanfaatkan AI.

Melalui ignitePRO, Telkom Solution sebagai payung solusi digital Telkom ingin mempertegas perannya dalam membantu perusahaan nasional dan global menghadapi perkembangan teknologi digital.

Kapabilitas yang ditawarkan mencakup konektivitas, infrastruktur, solusi digital, serta kolaborasi dengan pakar dan mitra teknologi global.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa ignitePRO cukup sederhana meski pekerjaan rumahnya tidak sederhana. AI boleh semakin pintar, tetapi perusahaan tetap harus membuktikan bahwa kecanggihan tersebut bisa bekerja untuk bisnis.

Sebab, di ruang rapat, AI yang cuma keren saat demo tidak otomatis menjadi teknologi yang berguna ketika masuk ke laporan keuangan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.