IHSG Bangkit Tipis di Awal Perdagangan 9 Oktober 2026, Cek Top Gainers

Pergerakan IHSG terpantau menguji zona hijau setelah sempat tertekan cukup dalam pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan bursa pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 12,89 poin atau naik 0,21 persen ke level 6.044,17.

Pada awal sesi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.044,45 dan level terendah di 6.035,38 setelah dibuka pada posisi 6.039,01.

Total transaksi sementara mencatatkan nilai sebesar Rp198,71 miliar dengan volume perdagangan 27,35 juta lot.

Penguatan indeks pagi ini ditopang oleh performa sejumlah sektor saham.

Sektor barang baku atau basic industry mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,64 persen, disusul sektor properti yang menguat 0,25 persen, serta sektor kesehatan yang naik 0,19 persen.

Sektor teknologi juga menguat 0,18 persen, sektor keuangan naik 0,15 persen, sektor transportasi terangkat 0,08 persen, dan sektor industri menguat tipis 0,07 persen.

Namun, laju IHSG masih tertahan oleh beberapa sektor yang mengalami koreksi.

Sektor barang konsumen non-primer atau cyclical melemah 0,11 persen, sektor infrastruktur turun 0,07 persen, sektor energi terkoreksi 0,04 persen, serta sektor barang konsumen primer atau non-cyclical melemah tipis 0,02 persen.

Di jajaran saham penggerak atau top gainer pagi ini, saham PT Atlas Resources Tbk dengan kode emiten ARII dari sektor energi melesat 21,68 persen ke level Rp550 per saham.

Saham PT Steady Safe Tbk dengan kode emiten SAFE dari sektor transportasi dan logistik melonjak 13,26 persen ke level Rp1.025 per saham.

Selanjutnya, saham PT Ever Shine Tex Tbk dengan kode emiten ESTI dari sektor barang konsumen primer naik 10,98 persen ke level Rp182 per saham.

Saham PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk dengan kode emiten MAHA dari sektor energi melambung 10,22 persen ke level Rp151 per saham, dan saham PT M Cash Integrasi Tbk dengan kode emiten MCAS dari sektor teknologi menguat 9,86 persen ke level Rp312 per saham.

Sebaliknya, saham-saham yang masuk dalam jajaran top loser di antaranya saham PT Puri Sentul Permai Tbk dengan kode emiten KDTN dari sektor properti yang merosot 14,95 persen ke level Rp472 per saham.

Saham PT Golden Energy Mines Tbk dengan kode emiten GEMS dari sektor energi anjlok 9,69 persen ke level Rp7.925 per saham.

Berikutnya, saham PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dengan kode emiten PGLI dari sektor properti terkoreksi 8,59 persen ke level Rp362 per saham.

Saham PT MPX Logistics International Tbk dengan kode emiten MPXL dari sektor transportasi turun 8,23 persen ke level Rp290 per saham, serta saham PT Sat Nusapersada Tbk dengan kode emiten PTSN dari sektor teknologi melemah 8,10 persen ke level Rp386 per saham.

IHSG Hari ini Bergerak Tembus ke Bawah 6.000?

Indeks Harga Saham Gabunganberada dalam tekanan pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 1,88 persen ke level 6.031 dan pergerakannya didominasi tekanan jual yang meningkat.

Kondisi teknikal tersebut membuat level 6.000 menjadi area penting bagi arah pergerakan indeks pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi kembali menguji level kritikal tersebut setelah indeks ditutup di bawah MA5 dan MA10, disertai peningkatan volume jual.

Dalam ulasannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG masih memiliki peluang membentuk pola double bottom apabila mampu bertahan di atas 6.000 dan kembali mengalami rebound.

Sebaliknya, penutupan di bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi menuju area 5.800-5.900.

Sementara itu, MNCS Daily Scope melihat skenario yang sedikit berbeda.

Dalam skenario terbaik, posisi IHSG saat ini dinilai masih berada pada bagian wave iv dari wave c, sehingga indeks masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227-6.231.

Namun, MNCS juga memberikan perhatian terhadap level 5.973. Apabila level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju 5.850-5.911.

Untuk jangka pendek, area 6.008-6.025 menjadi zona yang perlu dicermati.

MNCS menetapkan support IHSG pada 6.018 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.376.

BNI Sekuritas juga melihat peluang rebound apabila IHSG mampu bertahan di sekitar 6.000. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut support IHSG berada pada 5.950-6.000, sementara resistance berada di 6.070-6.120.

Dengan demikian, terdapat kesamaan pandangan pada satu hal, yakni area 6.000 menjadi level penting bagi IHSG. Perbedaannya terletak pada proyeksi setelah indeks bergerak dari area tersebut.

Jika mampu bertahan dan rebound, IHSG memiliki ruang untuk menguji resistance terdekat. Sebaliknya, jika support ditembus, risiko koreksi menuju area yang lebih rendah semakin terbuka.

Tekanan jual yang meningkat menjadi faktor penting dalam membaca kondisi indeks saat ini. Penutupan di bawah MA5 dan MA10 menunjukkan IHSG masih berada dalam tekanan jangka pendek.

Namun, keberadaan IHSG di sekitar 6.000 membuat level tersebut menjadi penentu arah berikutnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.