IHSG Buka Perdagangan di Zona Hijau, Tembus Level 6.620

Indeks saham domestik melaju di zona hijau dengan kenaikan sebesar 20,16 poin atau menguat 0,31 persen ke level 6.620,10 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan positif ini melanjutkan tren penguatan sebelumnya setelah indeks sempat bergerak di level terendah 6.618,41 dan menyentuh level tertinggi di 6.629,54 pada awal sesi satu.

Semangat penguatan bursa domestik ini ditopang oleh mayoritas pergerakan sektor saham yang menghijau.

Sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi yakni memimpin penguatan sebesar 1,65 persen, disusul oleh sektor kesehatan yang melesat 0,96 persen, serta sektor keuangan yang naik 0,64 persen.

Sektor konsumen siklikal juga tumbuh 0,60 persen, sektor energi menguat 0,50 persen, sektor infrastruktur naik 0,36 persen, sektor konsumen non-siklikal terangkat 0,25 persen, dan sektor transportasi menguat tipis 0,17 persen.

Sementara itu, penekanan IHSG datang dari beberapa sektor yang bergerak di zona merah, yaitu sektor barang baku atau basic industry yang terkoreksi 0,53 persen, sektor industri turun 0,37 persen, serta sektor properti yang melemah 0,18 persen.

Jajaran top gainers atau jajaran saham dengan kenaikan persentase tertinggi dipimpin oleh PT Bank Sinarmas Tbk dengan kode emiten BSIM dari sektor keuangan yang melonjak 25,00 persen ke harga 1.375 per saham.

Posisi selanjutnya diisi oleh emiten sektor transportasi dan logistik PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk dengan kode GTRA yang melesat 20,44 persen ke level 330 per saham, lalu PT Wilton Makmur Indonesia Tbk dengan kode SQMI dari sektor barang baku yang naik 18,82 persen ke posisi 101 per saham.

Kemudian PT Artha Mahiya Investama Tbk dengan kode AIMS dari sektor investasi yang menguat 16,83 persen ke level 590 per saham, serta emiten energi dan transportasi laut PT Cakra Buana Resources Energi Tbk dengan kode CBRE yang terangkat 11,97 persen ke posisi 795 per saham

Di sisi lain, jajaran top losers atau jajaran saham yang mengalami penurunan terdalam pagi ini ditempati oleh emiten energi dan infrastruktur PT Singaraja Putra Tbk dengan kode SINI yang merosot 7,20 persen ke level 11.600 per saham.

Penurunan ini disusul oleh emiten barang konsumen primer PT Wahana Interfood Nusantara Tbk dengan kode COCO yang tertekan 4,65 persen ke posisi 123 per saham, emiten kimia PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk dengan kode KKES yang melemah 4,44 persen ke harga 86 per saham.

Sementara emiten pertambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk dengan kode EMAS turun 4,26 persen ke level 8.425 per saham, serta emiten interior PT Gema Grahasarana Tbk dengan kode GEMA yang terkoreksi 4,26 persen ke harga 90 per saham.

Aktivitas perdagangan pada awal sesi juga menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat meskipun pergerakan IHSG belum sepenuhnya merata di seluruh sektor.

Penguatan indeks terutama tercermin dari kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi dan likuiditas yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Pergerakan IHSG tersebut berlangsung di tengah investor yang masih mencermati arah pasar global serta sentimen eksternal yang dapat memengaruhi bursa domestik.

Perubahan harga komoditas, pergerakan nilai tukar rupiah, dan perkembangan pasar saham regional menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan sepanjang sesi.

Dengan posisi indeks yang telah berada di atas penutupan perdagangan sebelumnya, pelaku pasar masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum penguatan.

Namun, kenaikan pada awal perdagangan tetap perlu dicermati karena IHSG masih berhadapan dengan sejumlah level resistance yang menjadi perhatian dalam analisis teknikal.

Pergerakan saham-saham unggulan hingga akhir sesi pertama juga akan menjadi penentu apakah penguatan IHSG mampu bertahan atau justru mengalami aksi ambil untung.

Kondisi volume transaksi dan sebaran penguatan antarsektor selanjutnya menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan tren pada perdagangan hari ini.

Melihat pergerakan IHSG yang terus menunjukkan performa positif, tim riset MNC Sekuritas di hari yang sama menyampaikan bahwa IHSG sebelumnya telah melanjutkan penguatannya sebesar 1,14 persen ke level 6.599 dengan dominasi volume pembelian yang terus meningkat.

Berdasarkan analisis teknikal gelombang, posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave, yang membuka peluang penguatan lanjutan untuk menguji kisaran area 6.615 hingga 6.666 sekaligus menguji area gap yang sempat terbentuk beberapa waktu lalu.

Tim riset menetapkan area support IHSG berada di level 6.476 dan 6.373, sedangkan area resistance berada di level 6.635 dan 6.705.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.