Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.00 WIB, indeks berada di level 6.494,01 atau terkoreksi 7,66 poin setara 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, pergerakan IHSG berada di rentang tertinggi 6.509,38 dan level terendah 6.490,69.
Nilai transaksi perdagangan di seluruh pasar tercatat mencapai 364,22 miliar rupiah dengan volume perdagangan sebesar 5,62 juta lot yang melibatkan 67,41 ribu kali frekuensi transaksi.
Adapun pergerakan investor asing pada perdagangan sebelumnya mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar 556,22 miliar rupiah di pasar reguler, berasal dari total pembelian asing sebesar 3,45 triliun rupiah dan penjualan asing sebesar 4,01 triliun rupiah.
Melihat dari performa sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona merah.
Sektor transportasi memimpin penurunan dengan melemah 0,80 persen, disusul sektor energi yang melorot 0,75 persen, dan sektor industri dasar yang terkikis 0,48 persen.
Selain itu, sektor keuangan turun 0,41 persen, sektor infrastruktur melemah 0,37 persen, sektor kesehatan terkoreksi 0,27 persen, sektor barang konsumen non-primer atau cyclicals melemah 0,22 persen, sektor barang konsumen primer atau non-cyclicals turun 0,24 persen, sektor properti tergerus 0,10 persen, serta sektor industri melorot 0,03 persen.
Hanya sektor teknologi yang berhasil bertahan di zona hijau dengan menguat 0,26 persen.
Daftar Saham Top Gainers, Apa Saja?
Meski IHSG dibuka tertekan, sejumlah saham berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan masuk ke dalam jajaran top gainers.
Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk dengan kode emiten PICO dari sektor industri memimpin penguatan dengan melonjak 28,26 persen ke posisi 236 rupiah per saham.
Penguatan ini diikuti oleh saham PT Steady Safe Tbk dengan kode emiten SAFE dari sektor transportasi yang melesat 16,87 persen ke level 575 rupiah per saham.
Selanjutnya, saham PT Satu Visi Putra Tbk dengan kode emiten VISI dari sektor barang konsumen non-primer naik 12,36 persen ke posisi 1.000 rupiah per saham.
Saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk dengan kode emiten BPTR dari sektor transportasi menguat 11,69 persen menjadi 86 rupiah per saham, dan saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk dengan kode emiten NICE dari sektor barang baku bertambah 10,29 persen ke level 300 rupiah per saham.
Siapa Isi Jajaran Top Losers?
Di sisi lain, jajaran top losers dihuni oleh sejumlah saham yang mengalami tekanan pelemahan harga.
Saham PT Lancartama Sejati Tbk dengan kode emiten TAMA dari sektor properti mencatatkan penurunan terbesar hingga 7,69 persen ke posisi 240 rupiah per saham.
Penurunan juga dialami oleh saham PT Techno9 Indonesia Tbk dengan kode emiten NINE dari sektor teknologi yang terkoreksi 6,93 persen menjadi 94 rupiah per saham.
Kemudian, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk dengan kode emiten BAIK dari sektor barang konsumen non-primer melemah 6,67 persen ke level 280 rupiah per saham.
Saham PT Hotel Fitra International Tbk dengan kode emiten FITT dari sektor barang konsumen non-primer terkikis 6,15 persen ke posisi 366 rupiah per saham, dan saham PT Cipta Selera Murni Tbk dengan kode emiten CSMI dari sektor barang konsumen non-primer turun 5,99 persen ke level 157 rupiah per saham.
Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari gelombang iii gelombangTim analis mengimbau untuk mengamati potensi koreksi jangka pendek pada kisaran level 6.429 hingga 6.453, dengan target penguatan selanjutnya menguji area 6.570 hingga 6.600.
MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di level 6.373 dan 6.272, sementara level resistance berada di posisi 6.599 dan 6.705.
Empat Saham Jadi Rekomendasi
Pada perdagangan hari ini, empat saham menjadi rekomendasi MNC Sekuritas.
Pertama, ANTM ditutup naik 0,63 persen ke Rp3.190. Pergerakannya masih didominasi volume pembelian meskipun volumenya cenderung mengecil.
Strategi yang diberikan adalah Buy on Weakness pada Rp3.100-Rp3.160, dengan target harga Rp3.300 dan Rp3.450. Batas risiko berada di bawah Rp3.010.
PGAS menguat 1,32 persen ke Rp1.540 dan disertai volume pembelian. Saham juga mampu bergerak di atas MA60.
Strateginya Buy on Weakness pada Rp1.520-Rp1.535, dengan target Rp1.585 dan Rp1.650. Stop loss berada di bawah Rp1.500.
PTBA menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, yakni 3,33 persen ke Rp2.480. Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian dan berhasil menembus MA60.
Strateginya Buy on Weakness pada Rp2.440-Rp2.470, dengan target Rp2.520 dan Rp2.570 serta stop loss di bawah Rp2.390.
TINS menguat 2,48 persen ke Rp4.130 dengan peningkatan volume pembelian. Strategi yang diberikan adalah Trading Buy pada Rp4.080-Rp4.130.
Target harga berada di Rp4.300 dan Rp4.420, sedangkan stop loss di bawah Rp3.990. TINS juga menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.