Polisi Didesak Buka Rekening Mandiri Koordinator AMPB, Saham BMRI Masih Merah

Saham BMRI Dihantam Net Sell di Tengah Pemblokiran Rekening Aktivis PatiSaham BMRI Jeblok, Polemik Pemblokiran Rekening Mandiri Makin Memanas

Saham sektor keuangan ini sempat bergerak di rentang harga 4.150 hingga 4.190 rupiah.

Data broker flow pada rentang 18 Agustus hingga 24 Agustus 2026 menunjukkan akumulasi transaksi netral hingga tertekan di mana broker CGS International Sekuritasmencatatkan nilai pembelian terbesar senilai Rp 24,2 miliar dengan volume 57,5 ribu lot pada harga rata-rata Rp 4.195 .

Sementara broker BNI Sekuritasmencatatkan nilai transaksi Rp 12,8 miliar rupiah dan Maybank Sekuritas Indonesiasebesar Rp 11,8 miliar.

PT Bank MandiriTbk sebelumnya juga telah buka suara terkait pembekuan rekening milik Supriyono alias Botok, warga Pati, Jawa Tengah, yang difungsikan untuk menghimpun dana donasi warga senilai sekitar Rp80 juta.

Melalui rilis di akun Instagram resminya, pihak manajemen Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah bersangkutan.

Bank berpelat merah ini menegaskan bahwa langkah pembekuan rekening tersebut dilaksanakan murni guna menindaklanjuti instruksi serta surat permintaan resmi dari aparat penegak hukum

Pihaknya mengklaim seluruh tindakan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur standar dan regulasi yang berlaku.

“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening.

Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” bunyi pernyataan resmi manajemen Bank Mandiri.

Selain memberikan kepastian terkait pemicu pemblokiran, Bank Mandiri ?mengklaim itu bentuk komitmennya untuk senantiasa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), asas kepatuhan, serta prinsip kehati-hatiandalam menjalankan operasional dan layanan perbankan kepada publik.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.