IHSG Dibuka Menguat ke 6.200, Cek Daftar Top Gainer dan Top Loser

Berdasarkan data perdagangan pasar saham pukul 09.00 WIB, indeks domestik bergerak hijau naik 7,11 poin atau setara 0,11 persen ke level 6.200,04.

Pergerakan IHSG pada menit-menit awal perdagangan sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 6.210,42 dan level terendah berada di 6.195,88.

Adapun nilai transaksi di seluruh pasar mencatatkan angka sebesar 366,56 miliar rupiah dengan volume perdagangan mencapai 37,48 juta lot serta frekuensi transaksi sebanyak 50,92 ribu kali.

Pergerakan sektoral di bursa saham bergerak bervariasi pada pembukaan pagi ini. Sektor industri barang baku atau basic-ind memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,32 persen.

Sektor energi atau energy menyusul naik 0,33 persen, sektor barang konsumen primer atau non-cyclical menguat 0,23 persen, dan sektor kesehatan atau health terangkat 0,22 persen.

Sektor keuangan atau finance turut menguat 0,15 persen, sektor properti atau property melaju 0,13 persen, serta sektor barang konsumen non-primer atau cyclical naik tipis 0,09 persen.

Sementara itu, tekanan koreksi melanda beberapa sektor lainnya.

Sektor transportasi atau transport mengalami penurunan sebesar 0,21 persen, sektor infrastruktur atau infrastruc melemah 0,15 persen, sektor perindustrian atau industrial terkoreksi 0,14 persen, dan sektor teknologi atau technology melorot 0,06 persen.

Di deretan saham yang melaju kencang atau top gainer pagi ini, saham perusahaan pengembang properti PT Repower Asia Indonesia Tbk dengan kode emiten REAL memimpin kenaikan usai melambung 20,93 persen ke posisi 52 rupiah per saham.

Emiten manufaktur aluminium PT Alakasa Industrindo Tbk dengan kode ALKA menyusul menguat 15,38 persen ke level 7.875 rupiah per saham.

Selanjutnya emiten properti PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dengan kode PGLI melonjak 14,47 persen ke level 364 rupiah.

Emiten investasi PT Esta Multi Usaha Tbk dengan kode ESTA naik 12,35 persen ke posisi 191 rupiah, dan emiten investasi PT Artha Mahiya Investama Tbk dengan kode AIMS terangkat 11,52 persen ke level 920 rupiah per saham.

Di sisi lain, jajaran saham yang tertahan di zona merah atau top loser ditempati oleh emiten fasilitas perhotelan PT Puri Sentul Permai Tbk dengan kode KDTN yang merosot 6,87 persen ke level 610 rupiah per saham.

Emiten transportasi taksi PT Express Transindo Utama Tbk dengan kode TAXI tertekan 6,25 persen ke harga 15 rupiah, emiten properti PT PP Property Tbk dengan kode PPRO terkoreksi 5,00 persen ke level 19 rupiah.

Emiten properti PT Rockfields Properti Indonesia Tbk dengan kode ROCK melorot 4,76 persen ke posisi 3.000 rupiah, serta emiten ritel gaya hidup PT Map Aktif Adiperkasa Tbk dengan kode MAPA melamah 4,65 persen ke posisi 615 rupiah per saham.

Berdasarkan analisis pergerakan teknikal dari MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave rilis 7 Oktober 2026, IHSG sebelumnya menutup perdagangan dengan menguat 1,21 persen ke level 6.192 yang didominasi oleh peningkatan volume pembelian.

Tim analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wavelabel hitam dengan area penguatan menguji area gap di rentang 6.227 hingga 6.231, sementara rentang koreksi diperkirakan berada di level 5.850 hingga 5.911.

Pada skenario label merah, indeks berpotensi menguji area 6.342 hingga 6.430 sekaligus area cluster MA20 dan MA60 dengan level support di 6.091 dan 5.973 serta resistansi di 6.297 dan 6.376.

Wall Street Cetak Rekor

Wall Street kembali mencetak rekor pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level tertingginya.

Melansir Reuters, 6 Oktober 2026, kenaikan ini terjadi seiring investor mulai mengalihkan perhatian dari tekanan harga minyak dan imbal hasil obligasi ke prospek kinerja keuangan perusahaan pada kuartal III 2026.

S&P 500 naik sekitar 0,58 persen ke 7.818,95, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,45 persen menjadi 27.599,79.

Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,49 persen ke 51.521,04, meski posisinya masih sekitar 5 persen di bawah rekor penutupan sebelumnya.

Penguatan Wall Street terjadi setelah imbal hasil Treasury Amerika Serikat mulai turun dari level tinggi dan harga minyak lebih stabil.

Kondisi tersebut meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi yang dapat membuat kebijakan moneter AS tetap ketat.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun sekitar 2,1 basis poin menjadi 5,28 persen.

Sementara itu, minyak bergerak turun setelah kekhawatiran pasokan mereda menyusul keputusan negara-negara G7 melepas cadangan darurat serta pulihnya ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Perubahan kondisi tersebut memberi ruang bagi saham teknologi untuk kembali menjadi motor penggerak pasar. Enam dari tujuh saham yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven tercatat menguat.

Saham Nvidia juga kembali naik dan membawa kapitalisasi pasarnya mendekati USD6 triliun, memperkuat optimisme investor terhadap prospek investasi kecerdasan buatan atau AI.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.