UDNG Pakai Seluruh Dana IPO Rp46,3 Miliar, Lihat Rinciannya
“Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wavepada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290–6.370,” ujar Didit dalam riset hariannya, Kamis, 17 September 2026.
Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.370. Dalam skenario tersebut, indeks berpeluang bergerak menuju rentang 6.541–6.581.
“Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541–6.581,” katanya.
Dalam proyeksi teknikalnya, Didit menempatkan level support IHSG pada 6.279 dan 6.201. Sementara itu, area resistance berada di 6.585 dan 6.633.
Saham yang Menarik Diperhatikan
Selain memproyeksikan arah IHSG, Didit mencermati sejumlah saham yang memiliki pola teknikal untuk diperhatikan investor pada perdagangan hari ini. Catatan tersebut bersifat proyeksi teknikal dan bukan jaminan pergerakan harga.
AMMN
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbkmenguat 1,98 persen ke level 5.150. Penguatan tersebut disertai munculnya volume pembelian.
Didit memperkirakan posisi AMMN sedang berada pada bagian wave iii dari wavedari wave c. Pola tersebut menunjukkan adanya peluang kelanjutan penguatan berdasarkan pembacaan gelombang Elliott yang digunakan dalam analisisnya.
CPIN
Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbknaik 0,97 persen ke level 3.120. Kenaikan tersebut juga disertai volume pembelian dan membuat pergerakan saham berada di atas MA60.
“Penguatannya pun mampu berada di atas MA60,” tulis Didit dalam riset tersebut.
Ia memperkirakan CPIN sedang berada di awal wave c dari wavePosisi di atas MA60 menjadi salah satu perhatian teknikal dalam membaca peluang pergerakan lanjutan saham tersebut.
MBMA
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbkmenguat 0,81 persen ke level 500 dengan dukungan volume pembelian.
Menurut Didit, posisi MBMA diperkirakan sedang berada di akhir wavedari wave Y. Pembacaan tersebut menjadi dasar bagi proyeksi teknikal terhadap kemungkinan perubahan arah pergerakan saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.