IHSG Menggeliat Hijau Pagi ini, Cek Saham yang Menguat

Pasar saham Indonesia langsung melesat ke zona hijau pada awal sesi pertama. Sentimen positif ini mewarnai pergerakan bursa di tengah perhatian pelaku pasar domestik maupun global terhadap kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia.

Berdasarkan data perdagangan pagi ini pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat menguat 0,70 persen atau naik 44,95 poin ke level 6.507,38.

Aktivitas perdagangan bergerak dinamis dengan volume transaksi mencapai 5,19 juta lot dan nilai transaksi sebesar 338,24 miliar rupiah dari 45,50 ribu kali frekuensi perdagangan.

Aliran dana asing juga tampak mencatatkan beli bersih atau net foreign buy sebesar 160,16 miliar rupiah di seluruh pasar pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan sektoral di bursa saham pagi ini didominasi oleh pergerakan positif di sebagian besar sektor.

Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 2,03 persen, disusul sektor barang baku atau basic industry yang menguat 0,85 persen.

Sektor properti juga naik 0,32 persen, sektor barang konsumen non-primer atau cyclical menguat 0,23 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,26 persen.

Selain itu, sektor barang konsumen primer atau non-cyclical menguat 0,27 persen, transportasi naik 0,24 persen, serta teknologi menguat tipis 0,03 persen.

Di sisi lain, sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 0,51 persen, disusul sektor industri yang melemah 0,16 persen dan sektor keuangan yang terkoreksi tipis 0,10 persen.

Deretan Saham Top Gainers

Sejumlah saham mencatatkan lompatan harga yang cukup tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers pada awal perdagangan.

Saham PT Arita Prima Indonesia Tbk dengan kode emiten APII dari sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 24,27 persen ke level 256.

Di posisi selanjutnya, saham emiten tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk atau BYAN dari sektor energi melonjak 19,96 persen ke level 13.825.

Saham PT Asri Karya Lestari Tbk dengan kode ASLI dari sektor infrastruktur naik 12,82 persen ke posisi 440.

Emiten logistik batu bara PT Dana Brata Luhur Tbk dengan kode TEBE melesat 12,47 persen ke harga 2.210, serta emiten perkebunan kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk dengan kode PGUN menguat 11,44 persen ke level 11.200.

Deretan Saham Top Losers

Sementara itu, jajaran top losers atau saham dengan penurunan terdalam pagi ini dihuni oleh beberapa emiten.

Saham PT Fortune Indonesia Tbk dengan kode emiten FORU dari sektor jasa periklanan dan media memimpin penurunan setelah merosot 8,19 persen ke level 3.250.

Selanjutnya, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk atau AGAR dari sektor pengolahan rumput laut terkoreksi 8,10 persen ke posisi 1.985. Saham pengelola pelabuhan PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk dengan kode PORT turun 6,81 persen ke level 890.

Emiten manufaktur PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk dengan kode FLMC melemah 6,67 persen ke level 98, dan emiten pembiayaan PT Indomobil Multi Jasa Tbk dengan kode IMJS dari sektor keuangan terkoreksi 4,79 persen ke level 179.

Pengaruh Suku Bunga The Fed dan BoJ

Langkah IHSG dan bursa regional secara global saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi arah kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve atau The Fed.

Di sisi lain, kebijakan moneter dari bank sentral Jepang atau Bank of Japanjuga turut menjadi perhatian utama para investor global.

Bank of Japan selama ini dikenal mempertahankan kebijakan suku bunga sangat rendah atau bahkan negatif untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan inflasi di negerinya.

Apabila BoJ mulai memberi sinyal pengetatan moneter atau menaikkan suku bunga, langkah tersebut dapat memicu pembalikan transaksi carry trade global, di mana investor menarik dana dari berbagai aset berisiko untuk dikembalikan ke mata uang yen, yang dapat memberikan sentimen tambahan bagi pergerakan pasar saham Asia.

MNC Sekuritas memberikan pandangan analisis teknikal terkait arah IHSG dan beberapa rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini.

Menurut analisis MNC Sekuritas, IHSG sebelumnya menguat 0,4 persen ke level 6.462 dengan peningkatan volume pembelian, meskipun pergerakannya belum berhasil menembus indikator Moving Average 20

Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave iv dari wavepada label hitam, sehingga indeks masih rawan menguji rentang area 6.290 hingga 6.370.

Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas level support 6.370, masih terbuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan ke rentang 6.541 hingga 6.581, dengan level support berada di 6.279 dan 6.201, serta resistance di 6.585 dan 6.633.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.