IHSG Dibuka Menguat Tipis ke Level 6.125, Sektor Industri Memimpin

Pergerakan pasar saham domestik pada awal perdagangan pagi ini memperlihatkan dinamika yang cukup bervariasi di mana sebagian besar sektor berhasil berada di zona hijau, sementara sektor teknologi justru mengalami tekanan paling dalam.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 6.121,70.

Koreksi tersebut menjadi bagian dari tekanan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, setelah indeks sebelumnya berada di level 6.541,38 pada 7 September 2026.

Posisi IHSG kemudian turun menjadi 6.441,16 pada 14 September dan 6.241,89 pada 21 September.

Tekanan indeks juga berlangsung bersamaan dengan arus keluar dana asing. Dalam periode 23-29 September 2026, transaksi beli investor asing tercatat Rp19,39 triliun, sedangkan transaksi jual mencapai Rp23,81 triliun.

Dengan demikian, investor asing membukukan net sell Rp4,42 triliun di seluruh pasar.

Dari jumlah tersebut, net sell asing di pasar reguler mencapai Rp3,13 triliun, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatat net sell Rp1,30 triliun.

Kondisi tersebut menjadi latar perdagangan ketika IHSG kembali dibuka di zona hijau pada Rabu pagi, meski penguatan awal masih terbatas.

Untuk perdagangan hari ini, berdasarkan pergerakan sektoral, sektor industri atau industrial mencatatkan kenaikan tertinggi dengan menguat 1,13 persen.

Disusul oleh sektor energi yang menguat 0,56 persen, infrastruktur naik 0,55 persen, barang baku atau basic-ind menguat 0,52 persen, barang konsumen non-primer atau non-cyclical naik 0,50 persen.

Kemudian sektor kesehatan terpantau menguat 0,48 persen, properti naik 0,46 persen, transportasi menguat 0,34 persen, dan keuangan naik 0,25 persen.

Sebaliknya, dua sektor mengalami pelemahan, yakni sektor teknologi yang terkoreksi signifikan sebesar 2,07 persen serta sektor barang konsumen primer atau cyclical yang turun 0,84 persen.

Di jajaran saham berkinerja paling cemerlang atau top gainer, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dengan kode emiten KIOS dari sektor teknologi mencatatkan lonjakan harga sebesar 23,29 persen atau naik 17 poin ke level 90.

Kemudian disusul oleh PT Astra Graphia Tbk dengan kode emiten ASGR dari sektor teknologi yang menguat 18,47 persen atau naik 410 poin ke level 2.630.

PT Map Boga Adiperkasa Tbk dengan kode emiten MAPB dari sektor barang konsumen primer naik 13,64 persen atau menguat 150 poin ke level 1.250.

Selanjutnya, PT Ifishdeco Tbk dengan kode emiten IFSH dari sektor barang baku bertambah 11,86 persen atau menguat 185 poin ke level 1.745, serta PT Semacom Integrated Tbk dengan kode emiten SEMA dari sektor industri melonjak 11,17 persen atau naik 46 poin ke level 458.

Sementara itu, jajaran saham yang berada di daftar top loser dipimpin oleh PT Alakasa Industrindo Tbk dengan kode emiten ALKA dari sektor barang baku yang terperosok 14,86 persen atau turun 1.100 poin ke level 6.300.

Di posisi berikutnya ada PT ALSOK Indonesia Services Tbk dengan kode emiten SOSS dari sektor industri yang merosot 14,80 persen atau melemah 205 poin ke level 1.180.

PT Fortune Indonesia Tbk dengan kode emiten FORU dari sektor barang konsumen primer terkoreksi 14,50 persen atau turun 38 poin ke level 224.

Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk dengan kode emiten DADA dari sektor properti jatuh 13,51 persen atau berkurang 5 poin ke level 32, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan kode emiten GOTO dari sektor teknologi juga tertekan 13,51 persen atau melemah 5 poin ke level 32.

Analis MNC Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 0,43 persen ke level 6.121 disertai munculnya volume beli, di mana area koreksi tersebut telah mencapai perkiraan yang disampaikan sebelumnya.

MNC Sekuritas juga menempatkan level 6.041 dan 5.984 sebagai support IHSG, sementara resistance berada di 6.297 dan 6.419.

Dengan posisi indeks yang masih berada di sekitar 6.100, level tersebut menjadi acuan untuk melihat ruang pergerakan IHSG setelah pembukaan perdagangan.

Analis memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave, sehingga masih terdapat peluang penguatan jangka pendek untuk menguji area resistansi di level 6.152 hingga 6.196, meski investor tetap diingatkan untuk mewaspadai potensi koreksi lanjutan yang dapat menguji level support 5.850 hingga 5.946.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.