IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Saham INCO-TAPG Masuk Radar

IHSG ditutup melemah 1,20 persen atau 76,31 poin ke level 6.298,61, setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 1,56 persen.

Tekanan jual terlihat cukup luas. Sebanyak 462 saham berakhir melemah, sementara hanya 118 saham menguat dan 144 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dengan volume perdagangan sekitar 29,31 miliar saham.

Seluruh sektor saham domestik berakhir di zona merah. Sektor industri dan barang baku menjadi kelompok dengan tekanan terbesar, masing-masing turun 2,17 persen dan 2,09 persen.

Sektor lainnya, termasuk keuangan, teknologi, kesehatan, properti, infrastruktur dan barang konsumsi siklikal, juga mengalami koreksi.

Pergerakan IHSG berlangsung ketika pasar global kembali menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury.

Phintraco Sekuritas mencatat penguatan harga minyak dan kenaikan yield Treasury menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Kondisi eksternal tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelemahan rupiah. Rupiah pasar spot pada Kamis turun 0,55 persen ke Rp17.916 per dolar AS.

Kombinasi pelemahan nilai tukar, harga energi yang tinggi dan kenaikan yield global menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar saham Indonesia.

Secara teknikal, koreksi IHSG pada Kamis membawa indeks menembus MA60. Berdasarkan analisis teknikal yang dikutip dalam riset pasar, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguji area 6.208-6.258. Area penguatan terdekat berada pada 6.322-6.344.

Phintraco Sekuritas juga memperkirakan IHSG kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat, 25 September. Sekuritas tersebut menempatkan level 6.300 sebagai pivot dengan resistance 6.400 dan support 6.200.

Dalam pembaruan teknikalnya, Phintraco menyebut IHSG berpotensi menguji area 6.186-6.200 apabila tekanan berlanjut.

Dengan posisi penutupan di 6.298,61, area 6.300 menjadi titik yang diperhatikan karena berada sangat dekat dengan penutupan IHSG. Sementara itu, level 6.200 menjadi support yang lebih rendah dalam proyeksi perdagangan jangka pendek.

Di tengah kondisi indeks yang masih volatil, sejumlah saham tetap masuk radar perdagangan berdasarkan analisis teknikal sekuritas.

Ini Area Trading INCO

PT Vale Indonesia Tbkditutup turun 1,46 persen ke level 4.720. Koreksi tersebut disertai tekanan jual, tetapi harga masih belum menembus MA20.

Analisis teknikal yang digunakan menempatkan INCO dalam fase awal wave dari wave B selama harga masih bertahan di atas 4.600. Area trading buy berada pada 4.660-4.710 dengan target harga 5.000 dan 5.300.

Level 4.600 menjadi batas stop-loss yang digunakan dalam skenario tersebut.

Pergerakan INCO perlu dilihat bersamaan dengan kondisi saham berbasis komoditas dan sentimen terhadap harga nikel. Namun, untuk perdagangan jangka pendek, level teknikal tetap menjadi acuan utama dalam skenario tersebut.

Cek Target Harga MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbkterkoreksi 0,65 persen ke level 3.060 dan masih menghadapi tekanan jual.

Skenario teknikal menempatkan MDKA pada bagian wavedari wave . Area buy on weakness berada pada 2.980-3.060.

Target harga yang digunakan adalah 3.180 dan 3.210, sedangkan level 2.930 menjadi batas stop-loss.

Posisi MDKA menarik diperhatikan karena area entry berada dekat dengan harga penutupan. Artinya, pergerakan di sekitar 2.980-3.060 menjadi bagian penting dari skenario teknikal yang digunakan.

BoW Jadi Rekomendasi SSIA?

PT Surya Semesta Internusa Tbkbergerak berlawanan dengan IHSG. Saham tersebut naik 2,04 persen menjadi 1.750 dan masih disertai volume pembelian.

Meski demikian, harga belum berhasil menembus MA20. Analisis teknikal memperkirakan SSIA berada pada bagian wave dari wave 2.

Area buy on weakness ditempatkan pada 1.690-1.730. Target harga berada di 1.790 dan 1.830, sedangkan level 1.640 digunakan sebagai batas stop-loss.

Kenaikan SSIA ketika IHSG terkoreksi menunjukkan adanya perbedaan pergerakan antara saham individual dan indeks secara keseluruhan.

Namun, keberlanjutan momentum tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area support yang digunakan dalam skenario tersebut.

TAPG Ditarget Bergerak ke Level ini

PT Triputra Agro Persada Tbkjuga mencatat kenaikan ketika IHSG berada dalam tekanan. TAPG menguat 2,02% ke level 2.020 dan disertai munculnya volume pembelian.

Skenario teknikal menempatkan TAPG pada bagian wave dari wave 2 selama harga mampu bertahan di atas 1.945.

Area buy on weakness berada pada 1.970-2.000. Target harga masing-masing berada di 2.150 dan 2.210, sedangkan 1.945 menjadi level stop-loss.

Pergerakan TAPG menjadi salah satu perhatian karena kenaikan harga disertai volume pembelian. Namun, area 1.945 tetap menjadi batas penting dalam skenario teknikal tersebut.

HRTA, ENRG dan TEBE

Selain INCO, MDKA, SSIA dan TAPG, BRI Danareksa Sekuritas juga memasukkan HRTA, ENRG dan TEBE sebagai saham yang direkomendasikan untuk perdagangan Jumat, 25 September 2026.

ENRG juga tercatat dalam pilihan teknikal Phintraco Sekuritas. Phintraco melihat peluang rebound setelah harga menguji area support 1.200.

Skenario tersebut menggunakan area entry 1.220-1.240, stop-loss di bawah 1.195 dan target 1.325-1.350.

Namun, rekomendasi antar-sekuritas memiliki dasar analisis dan parameter yang berbeda. Karena itu, level entry, target dan stop-loss perlu dibaca sebagai bagian dari skenario teknikal masing-masing, bukan sebagai kepastian arah harga.

IHSG Masih Berada dalam Tekanan

Perdagangan Jumat menjadi penting karena IHSG telah kembali berada di bawah 6.300. Dari sisi teknikal, area 6.208-6.258 menjadi rentang yang diperhatikan dalam satu skenario, sementara Phintraco menempatkan 6.200 sebagai support utama.

Di sisi atas, IHSG perlu kembali melewati area 6.322-6.344 untuk mengurangi tekanan jangka pendek. Resistance berikutnya berada di 6.440 dan 6.535.

Sentimen eksternal juga masih menjadi faktor penting. Harga minyak Brent telah kembali berada di atas USD100 per barel, sementara yield US Treasury meningkat dan rupiah melemah.

Phintraco sebelumnya mencatat bahwa jika IHSG menembus 6.300, indeks berpotensi kembali menguji area 6.200-6.270.

Dengan kondisi tersebut, perdagangan Jumat berpotensi tetap diwarnai volatilitas.

Pergerakan IHSG akan bergantung pada kemampuan indeks bertahan di area support, sementara pada level saham individual, perhatian pasar tertuju pada emiten yang menunjukkan volume pembelian atau berada di sekitar area support teknikal.

Untuk saham INCO, MDKA, SSIA dan TAPG, level entry, target dan batas risiko telah ditentukan dalam masing-masing skenario teknikal.

Sementara HRTA, ENRG dan TEBE masuk dalam daftar saham yang direkomendasikan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan Jumat.

Di tengah tekanan indeks, perbedaan pergerakan antar-saham tersebut menunjukkan bahwa koreksi IHSG tidak serta-merta membuat seluruh saham bergerak dalam arah yang sama.

Seleksi saham dan disiplin terhadap level teknikal menjadi bagian dari strategi perdagangan yang digunakan masing-masing pelaku pasar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.