IHSG Hari ini Berpeluang Rebound, Empat Saham Punya Rekomendasi BoW

Di Balik Emisi ANTAM yang Turun, Intensitas Emisi Tambang Emas Justru Naik 86,7 PersenEmas Ditambang Butuh Energi Besar, tapi Jejak Karbon Portofolio Investasinya Lebih Rendah, Kok Bisa?

ANTM ditutup naik 0,63 persen ke Rp3.190. Pergerakannya masih didominasi volume pembelian meskipun volumenya cenderung mengecil.

Strategi yang diberikan adalah Buy on Weakness pada Rp3.100-Rp3.160, dengan target harga Rp3.300 dan Rp3.450. Batas risiko berada di bawah Rp3.010.

PGAS menguat 1,32 persen ke Rp1.540 dan disertai volume pembelian. Saham juga mampu bergerak di atas MA60.

Strateginya Buy on Weakness pada Rp1.520-Rp1.535, dengan target Rp1.585 dan Rp1.650. Stop loss berada di bawah Rp1.500.

PTBA menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, yakni 3,33 persen ke Rp2.480. Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian dan berhasil menembus MA60.

Strateginya Buy on Weakness pada Rp2.440-Rp2.470, dengan target Rp2.520 dan Rp2.570 serta stop loss di bawah Rp2.390.

TINS menguat 2,48 persen ke Rp4.130 dengan peningkatan volume pembelian. Strategi yang diberikan adalah Trading Buy pada Rp4.080-Rp4.130.

Target harga berada di Rp4.300 dan Rp4.420, sedangkan stop loss di bawah Rp3.990. TINS juga menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya.

Secara keseluruhan, IHSG memiliki ruang untuk rebound setelah koreksi 0,37 persen, tetapi kenaikan belum dapat dianggap sebagai kepastian. Area 6.429-6.453 menjadi level yang perlu dicermati sebelum mengarah ke target 6.570-6.600.

Di sisi lain, tekanan asing di pasar reguler masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama setelah BBRI, BUMI, dan TPIA menjadi tiga saham dengan net foreign sell terbesar.

Untuk perdagangan hari ini, ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS menjadi empat saham yang memiliki setup teknikal sesuai rekomendasi MNC Sekuritas.

PTBA dan TINS mencatat penguatan dengan peningkatan volume, sementara PGAS berhasil berada di atas MA60 dan ANTM masih menunjukkan dominasi volume pembelian.

Namun, masing-masing rekomendasi tetap memiliki level entry, target, dan batas risiko yang perlu diperhatikan sesuai strategi perdagangannya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.