IHSG Masih Punya Ruang Naik, tapi Analis Ingatkan Risiko Koreksi

Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, penguatan IHSG pada Selasa 8 September 2026 bertambah 66,77 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.619,67.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.636,94 hingga 6.696,28, setelah dibuka di level 6.639,51.

Berdasarkan data perdagangan yang digunakan, nilai transaksi saham mencapai Rp14,48 triliun dengan volume 349,64 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 2.303.216 kali.

Penguatan tersebut menjadi salah satu pijakan bagi MNC Sekuritas dalam melihat peluang pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

Analis MNC Sekuritas menilai indeks masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi, meski investor perlu mencermati potensi koreksi dalam jangka pendek.

MNC Sekuritas melihat IHSG saat ini berada pada akhir wave v dari waveBerdasarkan struktur teknikal tersebut, indeks masih memiliki peluang untuk menguji area penguatan di rentang 6.736 hingga 6.812.

Proyeksi tersebut menempatkan level 6.705 sebagai salah satu resistance yang perlu diperhatikan dalam perdagangan 9 September.

Jika mampu melewati level tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan pergerakan menuju resistance berikutnya di 6.755 sebelum menguji area 6.736–6.812 yang diproyeksikan MNC Sekuritas.

“IHSG menguat 1,01 persen ke 6,686 dan disertai oleh munculnya volume pembelian.

Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave, cermati area penguatan yang berada di 6,736-6,812,” tulis analis MNC Sekuritas, Rabu, 9 September 2026.

Kenaikan IHSG pada perdagangan Selasa juga disertai aktivitas transaksi yang cukup besar. Dalam pergerakan harian, indeks sempat menyentuh level 6.696,28 atau hanya sekitar 10 poin di bawah level 6.705 yang menjadi resistance teknikal.

Secara lebih luas, IHSG juga masih mencatatkan tren positif. Berdasarkan data perdagangan, IHSG telah menguat 2,47 persen sepanjang September hingga penutupan 8 September.

Dalam satu pekan, indeks naik 0,75 persen, sementara secara bulanan kenaikannya mencapai sekitar 4,32 persen.

Aktivitas investor asing dalam periode 2–8 September juga menunjukkan pergerakan yang relatif berimbang jika dilihat dari nilai transaksi.

Nilai pembelian asing tercatat Rp20,46 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp20,12 triliun, sehingga secara nilai terdapat net buy sekitar Rp340 miliar.

Namun, dari sisi volume, investor asing masih mencatatkan net sell. Volume pembelian asing mencapai 25,59 miliar, sedangkan penjualan mencapai 28,01 miliar, atau terdapat selisih net sell sekitar 2,42 miliar.

Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks belum serta-merta diikuti dominasi pembelian asing dari sisi volume. Karena itu, arah IHSG pada perdagangan berikutnya masih perlu dicermati, terutama ketika indeks mendekati area resistance.

Level Mana yang Perlu Diwaspadai Investor?

Di balik peluang penguatan, MNC Sekuritas mengingatkan adanya risiko koreksi dalam jangka pendek. Analis memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi ke area 6.668–6.683.

Area tersebut menjadi penting karena berada tidak jauh dari posisi penutupan IHSG pada perdagangan Selasa.

Jika tekanan jual muncul dan indeks gagal mempertahankan area tersebut, perhatian berikutnya akan tertuju pada level support yang lebih rendah.

MNC Sekuritas menempatkan support IHSG di level 6.610 dan 6.561. Sementara itu, resistance berada di level 6.705 dan 6.755.

Dengan demikian, pergerakan IHSG pada perdagangan 9 September akan banyak ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan momentum penguatan sekaligus menembus area resistance terdekat.

Jika tekanan beli berlanjut, ruang menuju 6.736–6.812 masih terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat membuka ruang koreksi menuju 6.668–6.683.

Di tengah proyeksi tersebut, MNC Sekuritas juga menempatkan sejumlah saham dalam radar perdagangan. ESSA dan PGAS direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness, sedangkan SSIA dan WIFI masuk dalam strategi Trading Buy.

Untuk ESSA, area beli berada di 655–680 dengan target 720 dan 760 serta stop loss di bawah 650. PGAS memiliki area Buy on Weakness di 1.520–1.535 dengan target 1.585 dan 1.615 serta stop loss di bawah 1.510.

Sementara SSIA direkomendasikan Trading Buy pada 1.760–1.785 dengan target 1.845 dan 1.870 serta stop loss di bawah 1.740. WIFI memiliki area Trading Buy di 2.010–2.100 dengan target 2.300 dan 2.380 serta stop loss di bawah 1.945.

Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati dua sisi pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu.

Penguatan masih berpeluang berlanjut menuju area 6.736–6.812, tetapi risiko koreksi jangka pendek tetap terbuka apabila indeks gagal mempertahankan momentum dan kembali berada di bawah level-level penting.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.