IHSG Menguat ke 6.414, Sektor Properti Jadi Penopang Utama Pagi ini

Wall Street Menguat di Tengah Tekanan Utang AS, Laba Korporasi Jadi Penopang Pasar81 Tahun Merdeka, Ekonom Paramadina Soroti Kelas Menengah RI yang Makin Tergerus

Pergerakan rupiah juga menjadi bagian dari cerita.

Data Bank Indonesia menunjukkan kurs JISDOR pada 26 Agustus berada di Rp17.717 per USD, menguat tipis dibanding Rp17.779 pada 20 Agustus, tetapi sedikit melemah dari Rp17.703 pada 24 Agustus.

Sementara itu, Bank Indonesia masih mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada keputusan 19 Agustus 2026.

Posisi tersebut menjadi salah satu latar kebijakan moneter yang perlu diperhatikan investor ketika pasar sedang mencari ruang untuk kembali menguat.

Dari luar negeri, pasar juga mendapat dua cerita yang saling tarik-menarik.

Kinerja Nvidia memberi angin segar bagi saham teknologi dan bursa Asia, tetapi inflasi Amerika Serikat justru kembali menjadi pengingat bahwa era suku bunga tinggi belum tentu selesai dengan cepat.

Biro Analisis Ekonomi Amerika Serikat mencatat indeks Personal Consumption Expenditures atau PCE pada Juli 2026 naik 3,7 persen secara tahunan. Angka tersebut masih jauh di atas target inflasi Federal Reserve sebesar 2 persen.

Reuters melaporkan data inflasi tersebut ikut mendorong penguatan dolar AS. Dollar Index naik 0,21 persen ke 99,13, level tertinggi sejak 19 Agustus.

Pasar juga kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat jika tekanan inflasi terus bertahan.

Persoalan berikutnya adalah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus. Pasar menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, terutama setelah inflasi PCE masih bertahan tinggi.

Artinya, ruang IHSG untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini tidak hanya ditentukan oleh daftar saham yang masuk top gainer.

Pasar juga sedang menunggu apakah tekanan jual domestik mereda, apakah asing mulai benar-benar kembali ke pasar reguler, serta bagaimana investor membaca arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Dengan kondisi tersebut, kenaikan 0,13 persen pada pembukaan perdagangan 27 Agustus lebih layak dibaca sebagai usaha menahan tekanan daripada pesta rebound.

Apalagi MNC Sekuritas masih melihat IHSG berada dalam fase koreksi dengan area support 6.373 dan 6.272 serta resistance 6.599 dan 6.705.

Jadi, kalau IHSG hari ini terlihat hijau, jangan buru-buru menganggap pasar sudah kembali ceria.

Bisa saja warna hijau itu baru sekadar tanda bahwa setelah sehari dihajar aksi jual, bursa sedang mengambil napas sebelum menentukan mau berlari ke mana.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.