IHSG Sesi I Ambles 1,06 Persen, Asing Tarik Dana Rp987,09 Miliar dari Bursa

Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG sempat dibuka pada level 6.364,98, menyentuh titik tertinggi di angka 6.368,57, sebelum akhirnya tertekan ke level terendah harian Sesi I pada posisi 6.304,01.

Koreksi IHSG beriringan dengan maraknya aksi lepas saham oleh pemodal luar negeri.

Berdasarkan data Foreign Activity Midday yang dirilis Stockbit Sekuritas per 24 September 2026, akumulasi foreign buy Sesi I tercatat sebesar Rp1,75 triliun, sementara angka foreign sell membengkak hingga Rp2,74 triliun.

Kondisi tersebut menghasilkan net foreign sell bersih menembus Rp987,09 miliar di seluruh pasar.

Arus modal keluar asing pada paruh pertama perdagangan terfokus pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan.

Saham PT Bank MandiriTbkmenduduki peringkat pertama top net foreign sell setelah dilego asing sebesar Rp237,12 miliar dengan volume penjualan mencapai 57,44 juta sahamMengekor di posisi kedua, saham PT Bank Rakyat IndonesiaTbkmembukukan net foreign sell senilai Rp90,69 miliar dengan volume transaksi 28,67 juta saham

Sektor perbankan lainnya, PT Bank Central Asia Tbk, juga mencatatkan pelepas modal asing senilai Rp27,57 miliar.

Aksi distribusi asing turut menghantam emiten telekomunikasi dan komoditas energi.

Saham PT Telkom IndonesiaTbkmenduduki posisi ketiga net sell dengan nilai Rp76,70 miliarDi sektor pertambangan dan energi, saham PT Bumi Resources Tbkdilepas asing senilai Rp60,80 miliar, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbksebesar Rp32,16 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbksenilai Rp31,98 miliar, PT Aneka Tambang Tbksebesar Rp28,74 miliar, PT Darma Henwa Tbksenilai Rp28,59 miliar, dan PT Petrosea Tbksebesar Rp28,33 miliar.

Beberapa emiten konglomerasi dan komoditas lainnya yang ikut dilego meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbksebesar Rp27,47 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbksenilai Rp18,16 miliar, PT Barito Pacific Tbksebesar Rp14,68 miliar, serta PT Indosat Tbksebesar Rp14,51 miliar.

Koreksi IHSG pada penutupan Sesi I sebesar 1,06 persen ke posisi 6.307,11 tersebut kian mempertegas tingginya tekanan aksi jual beruntunpemodal asing yang mencapai Rp987,09 miliar di seluruh pasar.

Gelombang distribusi modal keluar ini tercatat berpusat pada saham-saham perbankan big cap dan emiten berbasis komoditas, di mana saham BMRI dan BBRI masing-masing membukukan nilai net sell sebesar Rp237,12 miliardan Rp90,69 miliar

Meredupnya laju indeks di pertengahan hari perdagangan ini turut diperberat oleh pelepas modal asing pada saham TLKM sebesar Rp76,70 miliar serta emiten energi BUMI senilai Rp60,80 miliar, meskipun saham ASII dan ASLI masih sanggup mencatatkan akumulasi beli bersihmasing-masing senilai Rp22,19 miliar dan Rp16,10 miliar sebagai penahan tekanan indeks lebih lanjut.

ASII dan ASLI Jadi Penahan Tekanan Arus Dana Keluar

Di tengah kuatnya arus dana keluar, sejumlah emiten terpantau masih berhasil menarik akumulasi beli bersih asingsekaligus menahan tekanan penurunan IHSG yang lebih dalam.

Saham PT Astra International Tbkmemimpin jajaran top net foreign buy pada Sesi I dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp22,19 miliar dan volume transaksi 4,64 juta sahamPosisinya disusul oleh saham PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbkyang mengantongi net buy sebesar Rp16,10 miliar dengan volume transaksi masif mencapai 35,62 juta saham

Emiten BUMN tambang PT Timah Tbkmeraih net buy asing senilai Rp8,64 miliar, diikuti PT Coining Tbksebesar Rp7,18 miliar, PT Meja Tbksenilai Rp3,76 miliar, PT Media Nusantara Citra Tbksebesar Rp3,69 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbksenilai Rp2,67 miliar.

Sejumlah emiten konsumer dan perkapalan juga mencatatkan akumulasi beli bersih terbatas pada pertengahan sesi.

Saham PT Pembina Galang Utama Tbkmengantongi net buy Rp2,53 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbksebesar Rp2,21 miliar, PT Dewi Shri Farmindo Tbksebesar Rp1,91 miliar, PT Samudera Indonesia Tbksenilai Rp1,55 miliar, PT Soechi Lines Tbksebesar Rp1,32 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbkdengan nilai net buy mencapai Rp1,23 miliar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.