Saham PT Bank MandiriTbkmenduduki peringkat pertama top net foreign sell setelah dilego asing sebesar Rp237,12 miliar dengan volume penjualan mencapai 57,44 juta saham
Mengekor di posisi kedua, saham PT Bank Rakyat IndonesiaTbkmembukukan net foreign sell senilai Rp90,69 miliar dengan volume transaksi 28,67 juta sahamSementara di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom IndonesiaTbkmenduduki posisi ketiga net sell setelah dilepas pemodal luar negeri senilai Rp76,70 miliar
Tekanan pada jajaran emiten Danantara tersebut menjadi pemicu utama deresnya arus keluar modal asing dari bursa domestik pada pertengahan hari perdagangan.
IHSG Terkoreksi Ke Level 6.307 Akibat Arus Keluar Modal Asing
Derasnya aksi obral saham-saham big cap tersebut menyeret Indeks Harga Saham Gabunganke zona merah pada akhir Sesi I. Indeks merosot 1,06 persen atau berkurang 67,81 poin menuju posisi 6.307,11.
Penurunan ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka pada level 6.364,98, menyentuh titik tertinggi di angka 6.368,57, sebelum akhirnya tertekan ke level terendah harian Sesi I pada posisi 6.304,01.
Data perdagangan seluruh pasarmencatatkan total volume transaksi mencapai 195,78 juta lot saham dengan nilai transaksi bruto sebesar Rp6,11 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 962,48 ribu kali.
Berdasarkan data Foreign Activity Midday yang dirilis Stockbit Sekuritas per 24 September 2026, akumulasi foreign buy Sesi I tercatat sebesar Rp1,75 triliun, sementara angka foreign sell membengkak hingga Rp2,74 triliun.
Kondisi tersebut menghasilkan net foreign sell bersih menembus Rp987,09 miliar di seluruh pasar.
Aksi distribusi asing juga merembet ke emiten komoditas dan perbankan lainnya.
Saham PT Bumi Resources Tbkdilepas asing senilai Rp60,80 miliar, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbksebesar Rp32,16 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbksenilai Rp31,98 miliar, PT Aneka Tambang Tbksebesar Rp28,74 miliar, PT Darma Henwa Tbksenilai Rp28,59 miliar, PT Petrosea Tbksebesar Rp28,33 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbkdengan net sell sebesar Rp27,57 miliar.
Beberapa emiten konglomerasi dan komoditas lainnya yang ikut dilego meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbksebesar Rp27,47 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbksenilai Rp18,16 miliar, PT Barito Pacific Tbksebesar Rp14,68 miliar, serta PT Indosat Tbksebesar Rp14,51 miliar.
ASII dan ASLI Jadi Penahan Tekanan Arus Dana Keluar
Di tengah kuatnya arus dana keluar, sejumlah emiten terpantau masih berhasil menarik akumulasi beli bersih asingsekaligus menahan tekanan penurunan IHSG yang lebih dalam.
Saham PT Astra International Tbkmemimpin jajaran top net foreign buy pada Sesi I dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp22,19 miliar dan volume transaksi 4,64 juta sahamPosisinya disusul oleh saham PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbkyang mengantongi net buy sebesar Rp16,10 miliar dengan volume transaksi masif mencapai 35,62 juta saham
Emiten BUMN tambang PT Timah Tbkmeraih net buy asing senilai Rp8,64 miliar, diikuti PT Indokripto Koin Semesta Tbksebesar Rp7,18 miliar, PT Harta Djaya Karya Tbksenilai Rp3,76 miliar, PT Media Nusantara Citra Tbksebesar Rp3,69 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbksenilai Rp2,67 miliar.
Sejumlah emiten konsumer dan perkapalan juga mencatatkan akumulasi beli bersih terbatas pada pertengahan sesi.
Saham PT Aman Agrindo Tbkmengantongi net buy Rp2,53 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbksebesar Rp2,21 miliar, PT Dewi Shri Farm Indo Tbksebesar Rp1,91 miliar, PT Samudera Indonesia Tbksenilai Rp1,55 miliar, PT Soechi Lines Tbksebesar Rp1,32 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbkdengan nilai net buy mencapai Rp1,23 miliar.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.