IHSG Terkoreksi 27,66 Persen Selama 2026, Bursa Hadapi Ujian Baru?

Hingga September, indeks telah terkoreksi 27,66 persen secara year to date, sementara bulan ini kembali mencatat kinerja negatif sebesar 3,81 persen.

Tekanan tersebut kembali terlihat pada perdagangan 23 September 2026. IHSG ditutup melemah 1,69 persen atau 107,68 poin ke level 6.277,04, setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.423,84 dan terendah 6.258,44.

Data historis lima tahun yang Anda berikan menunjukkan September memang belum menjadi bulan yang konsisten bagi IHSG.

Rata-rata kinerja IHSG pada September dalam periode tersebut tercatat -0,97 persen. Dari lima tahun yang ditampilkan, IHSG hanya membukukan kenaikan pada September 2025 sebesar 2,94 persen.

Sementara itu, IHSG mencatat penurunan pada September 2022 sebesar 1,92 persen, September 2023 sebesar 0,19 persen, dan September 2024 sebesar 1,86 persen.

Bagaimana Perjalanan IHSG Sepanjang 2026?

Berdasarkan data seasonality, IHSG mencatat penurunan pada Januari sebesar 3,67 persen, Februari 1,13 persen, Maret 14,42 persen, April 1,30 persen, Mei 11,92 persen, dan Juni 7,90 persen.

IHSG kemudian mengalami pemulihan pada Juli dengan kenaikan 10,51 persen dan Agustus sebesar 4,64 persen. Namun, tren tersebut kembali berbalik pada September dengan penurunan 3,81 persen.

Dengan posisi tersebut, IHSG masih mencatat penurunan 27,66 persen sepanjang 2026 berdasarkan data yang ditampilkan.

Tekanan pasar juga terlihat dari perdagangan 23 September. IHSG dibuka di level 6.392,34, tetapi tekanan jual membawa indeks turun hingga menyentuh 6.258,44 sebelum ditutup di 6.277,04.

Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas pasar masih cukup tinggi.

Perubahan arah indeks dalam beberapa bulan terakhir juga memperlihatkan bahwa pemulihan yang terjadi pada pertengahan tahun belum mampu mengubah kinerja IHSG secara keseluruhan.

Kondisi ini membuat investor perlu mencermati perkembangan transaksi, level teknikal, serta arus dana asing dalam perdagangan berikutnya.

Selain itu, tekanan yang berlangsung sepanjang 2026 memperlihatkan bahwa pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik.

Sentimen global, perubahan arus modal, kondisi pasar keuangan, serta persepsi investor terhadap prospek ekonomi turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah indeks.

Dengan kondisi tersebut, level support dan resistance menjadi perhatian dalam jangka pendek, sementara konsistensi arus dana asing dapat menjadi salah satu indikator yang diamati pelaku pasar menjelang akhir September.

Koreksi IHSG tersebut membuat perhatian investor beralih pada level teknikal berikutnya. MNC Sekuritas memperkirakan indeks masih berada dalam fase koreksi dan berpotensi menguji area 6.200-an.

“IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 1,69 persen ke 6,277 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, koreksinya menembus area MA60,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu, 23 September 2026.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave a dari wave

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave, sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6,208-6,258,” tulis analis MNC Sekuritas.

Area tersebut menjadi penting karena posisi terendah IHSG pada perdagangan 23 September berada di 6.258,44, atau hanya sedikit di atas batas atas rentang 6.208-6.258 yang menjadi perhatian MNC Sekuritas.

Untuk level berikutnya, MNC Sekuritas menempatkan 6.267 dan 6.108 sebagai support IHSG. Sementara resistance berada di 6.440 dan 6.535.

Di sisi lain, MNC Sekuritas melihat area penguatan terdekat pada 6.333-6.364.

“Area penguatan terdekat IHSG berada di 6,333-6,364,” tulis MNC Sekuritas.

Tekanan Asing Masih Membayangi

Selain faktor teknikal, arus dana investor asing juga menjadi perhatian. Berdasarkan data perdagangan periode 16-22 September 2026, investor asing mencatatkan nilai pembelian Rp24 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp26,90 triliun.

Dengan demikian, investor asing mencatatkan net foreign sell Rp2,90 triliun di seluruh pasar. Jika hanya memperhitungkan pasar reguler, nilai net foreign sell mencapai Rp3,39 triliun.

Namun, pada transaksi tunai dan negosiasi, investor asing masih mencatatkan net foreign buy Rp491,68 miliar.

Data tersebut menunjukkan tekanan jual investor asing masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika IHSG memasuki akhir September.

Bagi investor, kombinasi antara penurunan IHSG sebesar 27,66 persen sepanjang tahun, koreksi 3,81 persen pada September, serta tekanan jual asing menjadi konteks penting dalam melihat perdagangan berikutnya.

Sementara itu, pemulihan IHSG pada Juli dan Agustus menunjukkan indeks masih sempat mengalami penguatan sebelum kembali terkoreksi pada September.

Pergerakan selanjutnya akan menentukan apakah tekanan September berlanjut atau indeks mampu kembali menuju area penguatan yang diperhatikan MNC Sekuritas.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.