Harga Minyak Naik, Pasar Diesel Global Mulai Mengkhawatirkan

Namun, persoalan yang mulai mengkhawatirkan pasar energi justru datang dari produk diesel.

Reuters pada 22 September 2026 melaporkan, harga kontrak Brent November berada di sekitar USD99,94 per barel, sementara West Texas IntermediateOktober berada di USD95,43 per barel.

Harga minyak bergerak naik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran baru tercapai setelah pemilu sela AS pada November.

Pada saat harga minyak mentah bergerak di sekitar USD100, pasar diesel justru menghadapi persoalan pasokan yang lebih ketat. Reuters menyebut harga diesel di Eropa dan Amerika Serikat telah mencapai rekor.

Sementara gangguan pasokan akibat konflik Iran dan Ukraina memangkas ekspor dari sejumlah produsen utama seperti Rusia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Kondisi tersebut membuat ancaman terhadap ekonomi global tidak lagi hanya berasal dari harga minyak mentah, tetapi juga dari mahal dan langkanya bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan transportasi barang, pertanian, manufaktur hingga konstruksi.

Diesel Global Diperkirakan Langka hingga 2027

Reuters pada 21 September 2026 melaporkan, kelangkaan diesel global berpotensi berlanjut hingga 2027. Gangguan produksi dan ekspor akibat perang di Iran dan Ukraina telah menguras persediaan diesel di sejumlah pusat perdagangan utama.

Di Amerika Serikat, harga eceran diesel bahkan telah menembus USD6 per galon untuk pertama kalinya.

Persediaan diesel juga masih berada sekitar 15 persen di bawah rata-rata lima tahun untuk periode yang sama, meskipun kilang Amerika Serikat beroperasi mendekati kapasitas tinggi.

Tekanan tersebut tercermin dari pasar penyimpanan. Reuters menemukan bahwa sejumlah perusahaan penyulingan dan pedagang di Amerika Utara mulai tidak memperpanjang kontrak penyimpanan diesel karena pasokan yang tersedia semakin sedikit.

“Mengapa Anda harus membayar untuk menyewa tangki penyimpanan jika tidak ada diesel yang bisa disimpan,”” kata Barsamian, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa, 22 September 2026.

Bahkan, Energy Information Administrationmemperkirakan persediaan distillate fuel oil Amerika Serikat akan berada di bawah 100 juta barel pada September dan tetap berada di bawah titik terendah rata-rata lima tahun hingga akhir 2026 dan sebagian besar 2027.

Kelangkaan diesel memiliki konsekuensi berbeda dibandingkan kenaikan harga minyak mentah. Diesel merupakan bahan bakar utama untuk truk, kapal, alat berat, mesin pertanian, dan berbagai aktivitas industri.

Reuters mencatat diesel menyumbang sekitar 3 juta barel per hari konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat. Ketika pasokan mengetat, biaya transportasi dan distribusi dapat meningkat dan kemudian diteruskan ke harga barang.

Di Eropa, persediaan diesel di pusat perdagangan Amsterdam-Rotterdam-Antwerp pada Juli berada 16 persen di bawah rata-rata lima tahun.

Sementara di Asia, harga diesel juga masih berada dekat rekor. Harga diesel swaps pada 18 September berada sekitar USD180 per barel, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan sebelum perang.

Tekanan tersebut terjadi meskipun kapasitas kilang sudah ditingkatkan. Reuters menyebut kilang Amerika Serikat beroperasi pada tingkat tertinggi dalam delapan tahun pada akhir Agustus.

Namun, kapasitas tambahan yang tersedia tetap terbatas karena banyak kilang global sudah beroperasi mendekati kapasitas maksimum.

Apa Efek Kelangkaan Diesel untuk Indonesia?

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut relevan karena dampaknya dapat merembet melalui biaya logistik, transportasi, industri, hingga harga barang.

Kenaikan harga minyak mentah memang menjadi perhatian karena dapat meningkatkan biaya energi dan impor.

Namun, jika diesel mengalami kelangkaan berkepanjangan, tekanan dapat muncul melalui jalur yang berbeda: biaya distribusi dan operasional perusahaan.

Kondisi itu penting bagi sektor yang sangat bergantung pada kendaraan dan alat berat, termasuk logistik, pertambangan, perkebunan, konstruksi, manufaktur, serta transportasi.

Di sisi lain, Indonesia memiliki kebijakan biodiesel yang dapat menjadi salah satu faktor pembeda dibandingkan negara yang lebih bergantung pada diesel impor.

Namun, tekanan harga dan pasokan global tetap dapat memengaruhi biaya bahan baku, perdagangan produk olahan, serta harga energi secara keseluruhan.

Bagi investor, kondisi tersebut membuat pergerakan harga minyak mentah tidak lagi cukup menjadi satu-satunya indikator.

Harga diesel, margin pengolahan atau crack spread, persediaan, utilisasi kilang, dan gangguan jalur perdagangan juga perlu diperhatikan.

Reuters mencatat diesel crack spread Amerika Serikat bahkan mencapai rekor USD118,62 per barel pada 14 September 2026, menunjukkan betapa kuatnya tekanan pada pasar produk olahan.

Sementara itu, Saudi Arabia memang telah memulai kembali operasi East-West Pipeline pada 22 September. Jalur tersebut dapat mengalihkan sekitar 4 juta barel per hari, atau sekitar 4 persen pasokan global, menuju pelabuhan Yanbu.

Namun, pemulihan kapasitas penuh hingga 7 juta barel per hari diperkirakan membutuhkan waktu 6-8 minggu karena tiga stasiun pompa mengalami kerusakan.

Artinya, penurunan harga Brent dari level di atas USD100 belum otomatis berarti tekanan energi global berakhir.

Pasar minyak mentah mungkin mendapatkan tambahan pasokan, tetapi pasar diesel masih menghadapi persoalan persediaan dan kapasitas pengolahan.

Dengan harga Brent masih berada di sekitar USD100 per barel dan kelangkaan diesel diperkirakan dapat berlangsung hingga 2027, perhatian pasar kini bergeser dari sekadar berapa mahal minyak mentah menjadi seberapa lama pasar mampu menyediakan bahan bakar olahan yang dibutuhkan ekonomi global.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.